Pasca-Ajang Memancing Ikan Larangan Batang Sukali, Masyarakat Tiakar Lakukan Penyemaian Ribuan Benih Ikan Mas, Rayo, dan Patin

 

TIAKAR,  – Menyusul suksesnya pelaksanaan tradisi dan alek "Memancing Ikan Larangan" di aliran sungai Batang Sukali, Kelurahan Tiakar, langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai langsung diambil. Hari ini, warga bersama pemangku kepentingan terkait menggelar aksi penyemaian kembali (restocking) bibit ikan berkualitas di kawasan tersebut.

Langkah ini menjadi kelanjutan penting dari semangat gotong royong warga Tiakar dalam program Revitalisasi Batang Sukali yang mengusung visi "Merawat Warisan, Menghidupkan Sungai, Membangun Nagori untuk Generasi Kini dan Nanti".

Adapun jenis benih ikan yang dilepas pada penyemaian kali ini meliputi ikan mas, ikan rayo (karper), serta ikan patin. Komoditas ini dipilih karena selain adaptif dengan karakteristik air Batang Sukali, juga memiliki nilai ekonomis dan konsumsi yang tinggi bagi masyarakat ke depannya.

Kegiatan penyemaian benih ikan ini dihadiri langsung oleh jajaran Dinas Perikanan dan tokoh-tokoh penting kelurahan serta adat, di antaranya Kabid Perikanan Riswandi, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Perikanan Zaini, Lurah Tiakar, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tiakar, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tiakar, serta Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) beserta anggota.

Kehadiran seluruh elemen ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pemuka adat, dan masyarakat dalam mengawasi serta menjaga sungai dari aktivitas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) selama masa larangan berlaku kembali.

Menurut rencana dan kesepakatan bersama, aliran Batang Sukali ini akan kembali ditutup rapat sebagai kawasan Ikan Larangan guna memberikan waktu bagi ribuan benih ikan tersebut untuk tumbuh dan berkembang biak secara alami. Kawasan ini dijadwalkan baru akan dibuka dan dipanen kembali melalui kegiatan memancing bersama pada bulan November 2026 mendatang.

Dengan sinergi yang kuat antara masyarakat, Pokmaswas, dan instansi dinas terkait, diharapkan komitmen menjaga kelestarian lingkungan air di Tiakar ini terus terjaga demi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi seluruh warga nagari.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url