Perempuan Penenun: Kesetiaan Maestro Tua Menganyam Benang Kehidupan


Potret kehangatan dan dedikasi seorang wanita senior penenun dalam proses memintal benang tradisional. Dengan kacamata, kerudung putih yang bersahaja, dan ketelitian jemari yang ditempa zaman, beliau memutar roda pemintal kayu demi menjaga helai-helai benang tetap siap menjadi wastra Minangkabau yang bernilai tinggi.

  •     Judul Artikel: Perempuan Penenun (Memintal Benang)
  •     Lokasi: Payakumbuh / Kabupaten Lima Puluh Kota
  •     Kategori: Fotografi / Human Interest / Kebudayaan & Kriya
  •     Kredit Foto: Ijot Goblin
  •     Tanggal Publikasi: Juli 2026


Sebelum selembar kain tenun yang megah terbentang, terdapat proses panjang yang membutuhkan ketabahan ekstra, salah satunya adalah proses memintal dan menggulung benang (mangguluang/mangganti). Di balik dinding kayu bangunan tradisional yang tenang, tradisi ini terus dirawat oleh tangan-tangan senior yang sarat akan pengalaman.

Dokumentasi Perempuan Penenun menampilkan sosok ibu/nenek penenun berkerudung putih dan berkacamata yang sedang bersila anggun di atas alas bersahaja. Diapit oleh alat pemutar roda (anai/pemintal) dan alat penggulung benang berbahan kayu dan bambu, beliau mengendalikan putaran benang merah dengan cermat. Sorot pencahayaan memfokuskan pendar cahaya pada raut wajah yang teduh dan alat-alat tenun tradisional, menciptakan nuansa klasik yang sangat emosional dan penuh kehangatan.

Lewat kecermatan komposisi dari Ijot Goblin, potret ini bukan sekadar mengabadikan aktivitas kriya lokal, melainkan sebuah penghormatan mendalam bagi para penenun lintas generasi—sosok-sosok senyap yang menjadi fondasi berdirinya keagungan warisan tekstil Minangkabau.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url