Transformasi Perpustakaan Payakumbuh, Menghidupkan Imajinasi dan Peluang Industri Kreatif Anak
PAYAKUMBUH, — Perpustakaan daerah kini tak lagi sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku. Di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, ruang publik tersebut terus didorong bertransformasi menjadi pusat inkubasi kreativitas serta literasi lintas generasi.
Langkah ini tercermin dalam kegiatan bertajuk ”Bincang Seru: Seputar Dunia Ilustrator Buku Anak” yang digelar di Ruang Bioskop Perpustakaan Daerah Kota Payakumbuh, Minggu (30/8/2026). Acara yang digagas atas kolaborasi Yayasan Jejak Kecil Farhan, Rumah Baca Farhan, dan Farhan Numeracy Learning Center ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh serta Perpustakaan Nasional RI.
Kegiatan tersebut menghadirkan sesi read aloud (membaca nyaring) oleh relawan literasi Arumi Pratiwi dan dilanjutkan bincang kreatif bersama ilustrator buku anak, Aissa Mutiara Putri. Beragam kalangan—mulai dari anak-anak, orangtua, guru, mahasiswa, hingga komunitas industri kreatif—tampak memenuhi ruangan.
Arumi mengawali acara dengan teknik pembacaan cerita yang ekspresif. Melalui perpaduan alur suara dan gestur yang hidup, ia memperlihatkan bagaimana teks tulisan dan visual ilustrasi saling melengkapi. Metode ini dinilai efektif mengasah imajinasi visual anak sekaligus mempererat ikatan emosional mereka terhadap buku.
Pada sesi berikutnya, Aissa Mutiara Putri membagikan perjalanan kreatifnya di dunia ilustrasi. Lulusan Arsitektur Universitas Syiah Kuala yang sempat menempuh program magang di HafenCity University Hamburg, Jerman, ini memaparkan bahwa kegemaran menggambar sejak kecil memiliki prospek karier yang menjanjikan.
Aissa, yang aktif berkarya sejak 2022 dan tercatat sebagai pemenang Sayembara Gerakan Literasi Nasional 2025, menekankan pentingnya ketekunan dalam mengolah bakat seni visual. Karya-karyanya kini tak hanya terbit di dalam dan luar negeri, tetapi juga mengisi berbagai buku edukatif terbitan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Balai Bahasa.
”Dari sebuah gambar sederhana, bisa lahir sebuah cerita, buku, bahkan profesi yang bernilai ekonomi,” tutur Aissa di hadapan para peserta.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang bagi komunitas dan pegiat literasi. Menurut dia, perpustakaan harus menjadi ekosistem yang hidup dan menyenangkan bagi anak-anak.
”Kami ingin Perpustakaan Daerah Kota Payakumbuh menjadi tempat anak-anak menemukan inspirasi. Lewat perpaduan kegiatan membaca nyaring dan bincang ilustrasi ini, anak-anak tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga memahami proses di balik lahirnya sebuah karya. Siapa tahu dari sini lahir ilustrator, penulis, atau animator profesional di masa depan,” ujar Erwan.
