AKBP Afrizal Asri, S.I.K
AKBP Afrizal Asri, S.I.K., merupakan sosok perwira menengah Polri yang kini mengemban amanah sebagai Kapolres Pelalawan, Riau. Kepemimpinannya dikenal tegas namun tetap humanis, sebuah karakter yang dibentuk oleh latar belakang pendidikan kepolisian yang disiplin serta nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh keluarganya. Sebagai pucuk pimpinan di Polres Pelalawan, ia memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah yang menjadi salah satu pusat industri dan perkebunan di Provinsi Riau.
Akar jati diri AKBP Afrizal Asri sangat kental dengan budaya Minangkabau, tepatnya berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Ayah dan ibunya merupakan putra-putri asli dari Nagari Andiang Suliki dan Ampang Gadang Nagari VII Koto Talago yang dikenal memiliki tradisi keislaman dan adat yang kuat. Warisan leluhur dari Luak Limo Puluah ini senantiasa menjadi kompas moral bagi beliau dalam menjalankan tugas negara, di mana integritas dan rasa kekeluargaan menjadi landasan utama dalam berinteraksi dengan masyarakat. Di Kota Payakumbuh, nama keluarga beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat setempat. AKBP Afrizal Asri adalah anak dari pemilik Toko Gunung Mas, sebuah usaha yang cukup dikenal di jantung Kota Payakumbuh. Tumbuh besar di lingkungan keluarga pengusaha memberikan beliau pemahaman mendalam tentang dinamika sosial dan ekonomi masyarakat kecil. Dalam silsilah keluarganya, ia juga merupakan adik dari sosok yang dikenal luas, yaitu Uda Anas Asri, yang turut memberikan pengaruh positif dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Perjalanan karier AKBP Afrizal Asri di kepolisian memiliki rekam jejak yang cukup panjang dan beragam. Sebelum menempati posisi-posisi strategis di kewilayahan, ia menempa kemampuannya di Korps Brigade Mobil (Sat Brimob). Pengalaman di satuan elite Polri ini membentuk mentalitas baja, keterampilan taktis yang mumpuni, serta kesiap-siagaan tinggi dalam menghadapi situasi darurat. Karakter "Brimob" yang disiplin inilah yang kemudian menjadi modal berharga saat ia mulai ditugaskan di kesatuan kewilayahan. Salah satu catatan penting dalam kariernya di Provinsi Riau adalah saat beliau masih menyandang pangkat Komisaris Polisi (Kompol). Pada masa itu, ia dipercaya menjabat sebagai Wakapolres Indragiri Hilir (Inhil) yang berkedudukan di Tembilahan. Pengalaman bertugas di "Negeri Seribu Parit" tersebut memberinya wawasan luas mengenai karakteristik geografi dan sosiologi masyarakat Riau yang heterogen. Keberhasilannya dalam mendampingi Kapolres saat itu menjadi bukti nyata kapabilitasnya dalam manajemen internal organisasi Polri.
Kini, dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), beliau kembali menunjukkan dedikasinya di Bumi Lancang Kuning sebagai Kapolres Pelalawan. Di bawah komandonya, Polres Pelalawan terus berupaya melakukan inovasi dalam pelayanan publik serta penegakan hukum yang berkeadilan. Beliau sangat menekankan pentingnya sinergitas antara kepolisian dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, terutama dalam menghadapi tantangan kerawanan karhutla dan konflik agraria. Keberhasilannya mencapai posisi saat ini tidak terlepas dari doa orang tua dan dukungan keluarga besar dari Payakumbuh. Masyarakat berharap, di tangan dingin putra asli VII Koto Talago ini, Polres Pelalawan dapat terus memberikan pengayoman terbaik dan menjadi teladan bagi institusi kepolisian di masa depan.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh