Letkol Inf. Alber Inkiriwang, S.I.P.
Letkol Inf. Alber Inkiriwang, S.I.P., merupakan representasi nyata dari semangat juang yang mengalir dalam darah seorang putra daerah asal Nagari Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota. Saat ini, beliau mengemban amanah besar sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1627/Rote Ndao, sebuah wilayah strategis di beranda selatan Indonesia. Penempatan ini bukan sekadar tugas militer biasa, melainkan bukti kepercayaan negara terhadap kapasitas dan dedikasi seorang perwira yang dibesarkan dalam nilai-nilai kedisiplinan dan cinta tanah air yang kental. Akar keberanian Alber tidak muncul begitu saja, melainkan tumbuh dari sejarah panjang keluarganya di zaman perjuangan. Kisah ini bermula ketika kakeknya, seorang pejuang kemerdekaan asal Sulawesi, merantau ke ranah Minang dan mempersunting seorang wanita dari Taeh Baruah. Perpaduan budaya dan semangat patriotisme ini kemudian melahirkan Zainudin Inkiriwang (almarhum), seorang anggota Polisi Militer yang mengabdikan hidupnya untuk tegaknya hukum di lingkungan TNI. Nama "Inkiriwang" pun terus melekat sebagai identitas kehormatan keluarga yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Alber lahir dan tumbuh di Nagari Padang Koto Tuo, Mungka, dari pasangan Zainudin Inkiriwang dan Ermus, seorang wanita asli Koto Tuo yang berasal dari suku Koto Anyir. Dalam lingkungan keluarga yang hangat namun disiplin, Alber dibesarkan bersama enam saudara laki-laki lainnya. Sejak kecil, ia telah terbiasa melihat sosok ayahnya yang berseragam, yang secara tidak langsung membentuk karakter dan cita-citanya untuk mengikuti jejak sang ayah mengabdi di dunia militer. Pendidikan formal Alber dimulai di tanah kelahirannya, menempuh masa remaja di SMP Mungka sebelum akhirnya melanjutkan ke SMA 1 Guguak (SMA Danguang-Danguang). Sekolah ini menjadi saksi bisu pertumbuhan intelektual dan fisik Alber sebelum ia melangkah ke jenjang profesional. Sebagai alumni SMA Danguang-Danguang, keberhasilan Alber kini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi para siswa di Kabupaten Lima Puluh Kota, membuktikan bahwa anak nagari mampu bersaing dan memimpin di tingkat nasional.
Di dalam keluarga Inkiriwang, Alber bukanlah satu-satunya yang menonjol. Bersama kakaknya, Piker Inkiriwang, mereka berdua dikenal sebagai "dua orang hebat" yang berhasil meneruskan tonggak estafet pengabdian almarhum ayah mereka. Meskipun memiliki tujuh bersaudara laki-laki yang semuanya menyandang nama besar Inkiriwang, sinergi antara Alber dan Piker dalam menjaga kehormatan keluarga dan mengabdi pada negara menjadi inspirasi bagi masyarakat di Nagari Padang Koto Tuo. Sebagai Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Inf. Alber Inkiriwang kini memikul tanggung jawab menjaga kedaulatan di titik terselatan Nusantara. Tugas ini menuntut ketegasan sekaligus pendekatan humanis kepada masyarakat, kualitas yang tampaknya ia serap dari filosofi hidup orang Minang dan keteguhan prinsip leluhurnya dari Sulawesi. Kehadirannya di Rote Ndao menjadi jembatan pengabdian yang menghubungkan tanah kelahirannya di Sumatra Barat dengan penugasan di Nusa Tenggara Timur. Dari seorang kakek pejuang dan ayah Polisi Militer, hingga ia sendiri menjadi pemimpin di komando teritorial, dedikasinya tetap berakar pada tanah Mungka. Beliau adalah bukti bahwa nilai-nilai keluarga, pendidikan yang kuat di daerah, dan semangat pantang menyerah dapat membawa seorang putra daerah menuju puncak pengabdian bagi NKRI.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh