dr. Joserizal Jurnalis, Sp.Ot

 

dr. Joserizal Jurnalis, Sp.Ot, seorang dokter, aktivis kemanusiaan, dan pendiri Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), adalah sosok yang mengabdikan hidupnya untuk membantu sesama, terutama di wilayah konflik dan bencana alam. Lahir di Padang pada 11 Mei 1963, Jose tumbuh dalam keluarga akademisi yang memberikan landasan kuat bagi jiwa sosialnya. Ayahnya, Prof. Ir. Jurnalis Kamil, Ph.D, berasal dari Nagari Piobang Kabupaten Lima Puluh Kota adalah seorang rektor Universitas Andalas, sementara ibunya, Prof. Zahara Idris, adalah mantan dekan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Padang.

Pendidikan Jose ditempuh di Padang, mulai dari SD hingga SMA, sebelum melanjutkan studi kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Setelah lulus sebagai dokter umum pada 1988, ia memperdalam ilmunya dengan mengambil spesialisasi bedah ortopedi dan traumatologi di universitas yang sama. Namun, panggilan kemanusiaan Jose membawanya melampaui batas-batas ruang praktik dokter. Ia terjun langsung ke daerah-daerah konflik, memberikan pertolongan medis di tengah keterbatasan dan bahaya. Maluku, Mindanao, Afghanistan, Irak, dan Gaza adalah saksi bisu keberanian dan dedikasinya. Di Maluku, ia bahkan harus menggunakan gergaji kayu untuk amputasi, sementara di Afghanistan, ia menghadapi kekurangan peralatan medis yang parah.

Pada 1999, Jose mendirikan MER-C, sebuah organisasi kemanusiaan yang fokus pada bantuan medis darurat di wilayah konflik dan bencana. MER-C telah mengirimkan relawan ke berbagai penjuru dunia, memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Salah satu pencapaian terbesar MER-C adalah pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, yang menjadi simbol solidaritas dan kepedulian bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina.

Joserizal Jurnalis bukan hanya seorang dokter yang terampil, tetapi juga seorang aktivis yang gigih. Ia tidak takut untuk menyuarakan ketidakadilan dan membela hak-hak korban konflik. Keberaniannya dalam menghadapi tantangan dan keterbatasan menginspirasi banyak orang untuk turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan. Pada 20 Januari 2020, Joserizal Jurnalis berpulang, meninggalkan warisan kemanusiaan yang tak ternilai. Namun, semangat dan dedikasinya akan terus hidup dalam karya-karya MER-C dan dalam hati mereka yang pernah merasakan sentuhan tangannya. Joserizal Jurnalis adalah bukti nyata bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas dan bahwa setiap orang dapat membuat perbedaan dalam dunia ini.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url