Dr. Revrisond Baswir, MBA, Ak., CA
Dr. Revrisond Baswir, MBA, Ak., CA, seorang ekonom dan pendidik kelahiran Pekanbaru, pada 28 Februari 1958, telah mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Sebagai seorang intelektual yang kritis, ia tak pernah gentar menyuarakan ketidakadilan dan mengkritik kebijakan ekonomi yang dianggapnya merugikan rakyat kecil. Revrisond Baswir menempuh pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi masternya di Western Michigan University, Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor dari Universitas Airlangga, Surabaya. Latar belakang pendidikan yang kuat ini memberinya landasan teoretis yang kokoh dalam menganalisis permasalahan ekonomi Indonesia.
Salah satu ciri khas pemikiran Revrisond Baswir adalah kritiknya yang tajam terhadap neoliberalisme. Ia berpendapat bahwa kebijakan ekonomi neoliberal, seperti liberalisasi perdagangan dan privatisasi BUMN, hanya menguntungkan segelintir elite dan merugikan rakyat banyak. Melalui tulisan-tulisannya di berbagai media, jurnal, dan buku, ia gencar mengedukasi masyarakat tentang bahaya neoliberalisme dan pentingnya ekonomi kerakyatan. Revrisond Baswir adalah seorang pejuang ekonomi kerakyatan sejati. Ia meyakini bahwa ekonomi Indonesia harus berlandaskan pada prinsip-prinsip keadilan, pemerataan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Pada tahun 2010, ia mendirikan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), sebuah organisasi yang bertujuan untuk memperjuangkan pelaksanaan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Kontribusi Revrisond Baswir dalam dunia ekonomi Indonesia sangatlah besar. Pemikiran dan gagasan-gagasannya telah menginspirasi banyak orang, terutama para aktivis dan akademisi yang peduli terhadap ekonomi kerakyatan. Ia juga aktif dalam memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan ekonomi. Selama kariernya, Revrisond Baswir telah menghasilkan banyak karya tulis yang penting, di antaranya: Pelaku dan Politik Ekonomi Indonesia (1989), Ekonomika, Manusia, dan Etika: Kumpulan Esai-esai Terpilih (1993), Agenda Ekonomi Kerakyatan (1997), Mafia Berkeley dan Krisis Ekonomi Indonesia (2006), Manifesto Ekonomi Kerakyatan (2009), Ekonomi Kerakyatan vs Neoliberalisme (2010). Karya-karya ini menjadi rujukan penting bagi para mahasiswa, peneliti, dan praktisi ekonomi yang ingin memahami lebih dalam tentang ekonomi kerakyatan dan kritik terhadap neoliberalisme.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh