Yuslih Ihza Mahendra, S.E., M.I.R
Yuslih Ihza Mahendra, S.E., M.I.R adalah sosok politisi yang memiliki perjalanan karier yang menarik. Lahir pada 29 Januari 1952 di Manggar, Belitung Timur, ia merupakan bagian dari keluarga Mahendra yang dikenal luas di dunia politik Indonesia. Ia adalah kakak kandung dari Yusril Ihza Mahendra dan Yusron Ihza Mahendra, dua tokoh politik nasional yang juga memiliki jejak karier yang signifikan. Perjalanan politik Yuslih mencapai puncaknya ketika ia terpilih sebagai Bupati Belitung Timur ke-4, menggantikan Basuri Tjahaja Purnama. Kemenangannya dalam Pilkada Bupati/Wakil Bupati Belitung Timur 2015, berpasangan dengan Burhanudin, menandai babak baru dalam karier politiknya. Ia berhasil meraih 32.015 suara sah atau 51,28 persen, mengungguli dua pasangan calon lainnya, termasuk petahana.
Yuslih berasal dari keluarga dengan akar yang kuat. Ayahnya, Idris Haji Zainal Abidin berasal dari Johor, Malaysia, sementara ibu dan neneknya berasal dari Kampung Dalam, Payobadar, Nagari Aia Tabik, Payakumbuh, Sumatera Barat. Latar belakang keluarga yang beragam ini memberikan warna tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Dalam hal pendidikan, Yuslih meraih gelar Sarjana Ekonomi S-1 Akuntansi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia. Ia juga melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister dan meraih gelar Magister Inovasi Regional dari Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran pada tahun 2019-2021. Pendidikan yang ia tempuh mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan diri dan peningkatan kapasitas.
Sebagai Bupati Belitung Timur, Yuslih memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan daerahnya. Kemenangannya dalam pilkada menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap visi dan misinya. Selama masa jabatannya, ia berupaya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Belitung Timur. Pada tahun 2022, Yuslih Ihza Mahendra memutuskan untuk bergabung dengan Partai Demokrat, setelah sebelumnya berafiliasi dengan Partai Bulan Bintang (PBB). Keputusan ini menandai perubahan arah politiknya dan membuka babak baru dalam karier politiknya.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh