Zamzami Kimin

 

Zamzami Kimin—lengkapnya Zamzami Kimin Datuk Naro Nan di Ateh—adalah seorang mubalig, politisi Masyumi, dan anggota Konstituante tahun 1955. Ia lahir di Dangung-dangung, Kecamatan Guguk, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada tanggal 3 Juni 1914 dan meninggal dunia di Tanjung Karang, Lampung, tahun 1980. Ibunya bernama Saya bersuku Pagar Cancang dan ayanya bernama Kimin. Adapun saudara kandungnya adalah Hj. Rabayani Kimin dan Syamsul Bahar Kimin. Ia menikah dengan Fatimah Zam (masih ada hubungan keluarga dengan Moh. Hatta) bersuku Caniago dan dikaruniai 6 orang anak yaitu Marheni Zam, Zulfina Zam, Hartati Zam, Mutia Zam, Zafrullah Zam, Hidayati Zam.

Zamzami memulai pendidikannya di HIS Pajakoemboeh dan lalu dilanjutkan ke Thawalib Dinijah Padang Panjang dan selanjutnya ke Islamic College di Padang hingga memperoleh ijazah S1 Bachelor. Adapun dalam karir politik, Zamzami mulai menempa bakatnya dengan masuki organisasi pertamakalinya di Hoofdleider Kepanduan Indonesia Muslim Kares Sumatera Barat (1929—1932). Dan lalu sebagai Ketua Umum Pers Murid-Murid Dinijah School Sumatera Barat (1931—1934), Hoofdred Maandblad “Kodrat Muda” Padang Panjang (1932—1933), Redatur Maandblad “Raya” Padang (1933—1936). Adapun pada tahun 1936—1942, Zamzami mengajar untuk pelajaran umum di sekolah/perguruan seperti di Islam Pajakoemboeh Sumatera Tengah, Perguruan Puteri Guguk Suliki Sumatera Tengah, Perguruan Taman Islam Dongung-dongung, Perguruan Puteri Batu Hampar, Perguruan Kulliatul Luama Kota Tengah, Perguruan Islam Piladang, Perguruan Dinijah School Tiakar.

Selanjutnya, Zamzami dipercaya menjabat Ketua Umum “Sjubbanul Muslimin” Batu Hampar dengan tujuan anti Jepang (1942—1945), dan sejak tahun 1945—1948, ia menjabat Sekretaris Pimpinan Masyumi Sumatera Tengah, menjadi anggota pimpinan GPII Sumatera Barat, diangkat menjadi Letkol Sabilillah Div. 7 Nop. Dan setelahnya ia diangkat menjadi Anggota Executief KNI Sumatera Barat (1947—1949), Staf Bupati Militer Kabupaten Lima Puluh Kota (1948), selanjutnya sejak tahun 1950—1956, ia diangkat menjadi wakil ketua DPD Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua Penerangan Pimpinan Masyumi Sumatera Tengah. Dan pada tahun 1951—1956, ia menjadi Ketua Konp. DPD Kab/Kota seluruh Sumatera Tengah, Ketua Umum Pedjuang Islam Indonesia” Sumatera Tengah. Adapun pada tahun 1951, ia diangkat menjadi Leerkracht Training College, Ketua Umum GPII Sumatera Tengah (1954—1956), dan pada tanggal 9 November 1956, ia diangkat menjadi Anggota Konstituante Republik Indonesia. Konstituante ini dipilih dalam sebuah pemilihan umum (pemilu) pada bulan Desember 1955 dan diangkat pada 9 November 1956 dan lalu dibubarkan oleh Soekarno melalui sebuah Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url