Perkuat Wisata Budaya, Pemko Payakumbuh Pentaskan Tradisi "Baadok-Adok" di Nagari Koto Nan Gadang

 


PAYAKUMBUH,  — Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian seni dan kebudayaan Minangkabau melalui pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Komitmen ini diwujudkan lewat program Satu Iven Satu Nagari melalui pergelaran tradisi adat Baadok-Adok di Nagari Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Minggu (28/6/2026).

Berdasarkan publikasi resmi Pemerintah Kota Payakumbuh melalui laman Facebook resminya, kegiatan bertajuk "Mambangkit Tradisi Adat Salingka Nagari Koto Nan Gadang: Pergelaran Baadok-Adok" tersebut dipusatkan di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Nan Gadang dan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, yang hadir mewakili Wali Kota Zulmaeta.

Acara yang masuk dalam Kalender Acara (Calendar of Events) Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Payakumbuh ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh Dt. Parmato Alam, jajaran pengurus KAN Koto Nan Gadang, bundo kanduang, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Elzadaswarman menekankan bahwa program kebudayaan berbasis kawasan nagari ini dirancang untuk memulihkan tradisi lisan dan tata cara adat Minangkabau agar bernilai edukatif sekaligus menjadi daya tarik pariwisata daerah.

    "Melalui program Satu Iven Satu Nagari, kita tidak hanya menjaga warisan tradisi seperti prosesi Baadok-Adok agar tetap lestari, tetapi juga menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," ujar Elzadaswarman dalam keterangannya di unggahan tersebut.

Sebagai daerah perlintasan antarprovinsi, Kota Payakumbuh dinilai memiliki kerentanan terhadap pergeseran budaya akibat pesatnya arus informasi dan perubahan sosial. Oleh karena itu, penguatan tradisi salingka nagari dipandang sebagai instrumen penting untuk memelihara jati diri generasi muda.

    "Aturan itu bukan untuk membatasi, melainkan menjadi payung yang melindungi kelestarian adat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kalau generasi muda tidak dilibatkan sejak sekarang, kita khawatir budaya yang diwariskan para leluhur perlahan akan ditinggalkan," tuturnya.

Pergelaran adat Baadok-Adok disajikan secara autentik melalui peragaan tata cara perkawinan adat khas Koto Nan Gadang oleh para niniak mamak, diselingi pertunjukan seni tradisional seperti talempong pacik oleh Bundo Kanduang.

Pemerintah Kota Payakumbuh optimistis, melalui pementasan budaya yang bertumpu pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ini, pelestarian adat dapat berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url