Perkuat Peran Pemuda Melawan Narkoba, Kesbangpol Payakumbuh Gelar Sosialisasi P4GN bagi Pengurus Karang Taruna


PAYAKUMBUH,  — Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengambil langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkotika. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) bagi jajaran pengurus Karang Taruna se-Kota Payakumbuh.  

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh (Eks Kantor Wali Kota Payakumbuh Bukik Sibaluik) ini dibuka pada Rabu (15/7/2026). Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang diwakili oleh Kepala Kantor Kesbangpol Kota Payakumbuh, Dipa Surya Persada, SSTP, MM.  

Selain agenda sosialisasi P4GN, rangkaian kegiatan ini juga mencakup fasilitasi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pendidikan Politik bagi Generasi Muda yang dirancang berlangsung selama dua hari hingga Kamis (16/7/2026). Langkah maraton ini menegaskan urgensi perlindungan bagi usia produktif dari jerat hukum dan kerusakan moral akibat barang haram.  

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Dipa Surya Persada, Wali Kota menekankan pentingnya sinergi kolektif dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Karang Taruna, sebagai motor penggerak kepemudaan di tingkat akar rumput, dinilai memiliki posisi tawar yang kuat untuk menjadi agen perubahan dan benteng pertahanan pertama di tengah masyarakat.  

Hadir dalam pembukaan acara tersebut sejumlah pejabat lintas sektor, antara lain Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh diwakili oleh Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Indra Yulita, Polres Payakumbuh diwaliki IPTU Meldodi Yulhenri, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh selaku tuan rumah fasilitas tempat.  

Untuk memastikan program edukasi ini berdampak luas, pihak Kesbangpol melibatkan puluhan perwakilan pemuda secara berjenjang. Tercatat sebanyak 72 peserta hadir , yang terdiri atas 10 orang pengurus Karang Taruna tingkat kota , 15 orang pengurus tingkat kecamatan , serta 47 orang Ketua Karang Taruna dari seluruh kelurahan di Kota Payakumbuh.  

Penyelenggara juga menghadirkan para pemangku kebijakan utama sebagai narasumber demi memberikan bekal materi yang komprehensif. Di antaranya adalah materi mengenai strategi pemberantasan narkotika di wilayah urban yang dipaparkan langsung oleh Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Indra Yulita. Sementara itu, aspek penegakan hukum dan peta kerawanan wilayah dibedah oleh IPTU Meldodi Yulhenri.

Tidak hanya dari sisi regulasi dan penegakan hukum, dimensi kelembagaan pemuda juga diperkuat melalui materi optimalisasi peran Karang Taruna yang disampaikan oleh Ketua Karang  Taruna Kota Payakumbuh Yonaldi. Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi potensi ancaman di lingkungan sekitar sekaligus menjadi edukator bagi rekan sejawat mereka.  

Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh, Yonaldi, dalam pemaparannya menegaskan komitmen penuh organisasi kepemudaan ini untuk menjadi garda terdepan di tingkat kelurahan.

"Karang Taruna bukan sekadar organisasi kepemudaan yang aktif saat acara seremonial saja. Kami memiliki struktur hingga tingkat RT dan RW yang siap bersinergi dengan BNN dan kepolisian untuk mendeteksi dini serta mengedukasi rekan-rekan sebaya agar menjauhi narkoba. Ini adalah tanggung jawab moral kami menyelamatkan generasi emas Payakumbuh," ujar Yonaldi.

Senada dengan hal tersebut, narasumber dari BNNK Payakumbuh, Indra Yulita, mengingatkan bahwa tantangan sebaran narkotika saat ini semakin kompleks, terutama dengan modus operandi yang terus menyasar kalangan usia produktif.

"Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan tindakan hukum aparat penegak hukum saja. Perlu ada benteng pertahanan yang kuat dari masyarakat sendiri. Melalui relawan-relawan Karang Taruna ini, kami berharap tercipta lingkungan bersih narkoba (Bersinar) yang mandiri dan tangguh di setiap sudut Kota Payakumbuh," tutur Indra Yulita.

Antusiasme dan harapan besar juga datang dari peserta kegiatan. Seprianto, salah seorang pengurus Karang Taruna yang mengikuti jalannya sosialisasi, mengaku mendapatkan pemahaman baru yang sangat praktis untuk diimplementasikan di wilayahnya.  

"Selama ini kami kadang bingung harus melapor ke mana atau bagaimana cara melakukan pendekatan preventif kepada pemuda yang mulai menunjukkan gejala mencurigakan di lingkungan kelurahan. Materi hari ini sangat membuka mata kami. Pulang dari sini, kami akan langsung berkoordinasi di tingkat kelurahan untuk menyusun program edukasi pemuda yang lebih menarik dan bebas dari narkoba," ungkap Seprianto. 

Sebagai penunjang kelancaran kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut, panitia menyediakan fasilitas akomodasi berupa uang saku harian atau transport, makanan ringan, serta makan siang bagi seluruh peserta yang hadir. Pemkot Payakumbuh berharap model pemberdayaan pemuda terintegrasi seperti ini mampu menekan ruang gerak peredaran gelap narkotika secara signifikan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url