DPRD Payakumbuh Pastikan Anggaran Insentif Guru Mengaji dan Garin Masjid Kembali Digulirkan 2027

 


PAYAKUMBUH,  — Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menekankan pentingnya menjaga konsistensi generasi muda dalam mendalami ilmu agama. Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengingatkan bahwa perhelatan khatam Al-Qur’an bukanlah garis akhir dari proses belajar membaca kitab suci, melainkan sebuah lembaran awal untuk semakin giat mengaji dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan oleh Elzadaswarman saat membuka secara resmi prosesi basimak (menyimak bacaan Al-Qur’an) di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Senin (24/8/2026). Hadir mewakili Wali Kota Payakumbuh, ia didampingi oleh unsur pimpinan daerah, termasuk Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra.

"Khatam Al-Qur’an bukan akhir belajar. Justru setelah khatam, anak-anak harus melanjutkan tadarus, memperdalam, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an," tegas Elzadaswarman di hadapan ratusan jemaah dan wali santri.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menitipkan pesan khusus kepada para orang tua agar senantiasa mengawasi dan mendampingi buah hati mereka di rumah. Di tengah era digital saat ini, maraknya penggunaan gawai (gadget) secara berlebihan menjadi ancaman nyata yang dapat melunturkan minat anak terhadap Al-Qur’an jika tidak dibarengi dengan kontrol ketat keluarga.

"Jangan sampai setelah khatam anak-anak berhenti mengaji karena sibuk dengan gawai. Kita harus memastikan mereka terus belajar sampai mahir," tambahnya.

Menurut Elzadaswarman, pendidikan Al-Qur’an memegang peranan krusial sebagai perisai mental sekaligus fondasi moral untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif sosial. Oleh karena itu, penguatan karakter religius ini menuntut sinergi nyata antara pihak keluarga, lembaga pendidikan agama, unsur Tungku Tigo Sajarangan, Bundo Kanduang, hingga dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra yang turut hadir memberikan sambutan membawa angin segar bagi para pejuang pendidikan agama di tingkat akar rumput. Ia mengonfirmasi bahwa mulai tahun 2027 mendatang, pemerintah daerah bersama legislatif sepakat untuk kembali mengalokasikan anggaran khusus berupa insentif bagi para guru mengaji, garin masjid, imam masjid, serta guru PAUD.

"Insentif tersebut akan kembali kita anggarkan sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka yang telah mengabdikan diri membina generasi muda," ujar Wirman.

Prosesi khatam Al-Qur’an di Masjid Al Hidayah tahun ini diikuti oleh sebanyak 34 orang santriwan dan santriwati. Ketua Panitia Pelaksana, Hendri Fadila, melaporkan bahwa tradisi keagamaan ini telah berjalan secara istiqomah dan rutin di kelurahan tersebut sejak tahun 1988 silam.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url