Kisah Rizky Ridho Membangun Karier dari Nol: Bek Termuda Timnas Indonesia dan Mimpi Terbesar


Tak seperti sejumlah nama lain di skuad Timnas Indonesia yang menempuh jalan naturalisasi dari negeri seberang, kisah Rizky Ridho Ramadhani adalah cerita murni tentang seorang anak akademi yang menapaki tangga karier setapak demi setapak—dari bangku cadangan tim junior, hingga menjadi salah satu bek tengah paling dipercaya skuad Garuda.

Tumbuh di Bawah Asuhan Persebaya

Lahir 21 November 2001, Rizky Ridho mulai menempa dirinya di akademi Persebaya sejak 2018. Setahun berselang, ia menjadi bagian penting skuad Persebaya U-20 yang berhasil menjuarai Liga 1 U-20 2019 di bawah asuhan pelatih Uston Nawawi. Penampilan impresif itulah yang membuka jalannya menuju tim senior pada 2020.

Debutnya bersama tim senior Persebaya terjadi dalam laga persahabatan melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, 11 Januari 2020. Tak lama berselang, ia mencatatkan debut resminya di kompetisi liga saat tampil sebagai starter melawan Persipura Jayapura pada Maret 2020—meski kompetisi itu sendiri harus terhenti hanya setelah tiga pertandingan akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

Membangun Reputasi di Tengah Ketidakpastian

Ketika kompetisi kembali bergulir, Rizky Ridho mulai menunjukkan kelasnya. September 2021, ia tampil penuh 90 menit meski Persebaya harus menelan kekalahan dari Borneo FC. Musim itu ia menutup dengan catatan 18 penampilan di liga—modal penting yang membuatnya makin dipercaya sebagai bek tengah reguler tim.

Namanya bahkan sempat dikaitkan dengan minat klub-klub Liga Thailand menjelang musim 2022–23. Namun Rizky Ridho memilih tetap bertahan di Persebaya, di bawah asuhan pelatih Aji Santoso, dan justru menemukan performa terbaiknya di sana. Agustus 2022 menjadi momen istimewa: ia mencetak gol pertamanya di liga lewat sundulan dari sepak pojok, mengantarkan kemenangan 2–0 atas Persita Tangerang.

Sisi Tak Terduga dari Seorang Bek

Uniknya, seorang bek tengah yang biasanya identik dengan tugas bertahan justru mulai menunjukkan sentuhan mematikan di lini serang. Januari 2023, dalam rentang hanya lima hari, Ridho mencetak dua gol penting: sebuah tendangan bebas dalam kemenangan telak 5–0 atas Persita, disusul gol penyama kedudukan menjelang akhir babak pertama saat menghadapi Bhayangkara FC yang berakhir dengan kemenangan 2–1 untuk Persebaya. Rangkaian gol itu membuatnya sempat dijuluki media sebagai "bek yang menjelma jadi striker."

Sejarah di Usia yang Sangat Muda

Jika kariernya di level klub sudah mengesankan, catatan Rizky Ridho di level timnas jauh lebih istimewa. Ia memulai debut internasionalnya bersama Indonesia U-19 di Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2019, dan sempat menyandang ban kapten saat menghadapi Bulgaria U-19 pada 2020. Panggilan ke tim senior datang Mei 2021, dengan debut resmi dalam laga persahabatan melawan Oman pada 29 Mei 2021.

Namun rekor yang benar-benar mengukir namanya dalam sejarah terjadi hanya beberapa hari kemudian. Pada 3 Juni 2021, saat menghadapi Thailand dalam Kualifikasi Piala Dunia FIFA, Rizky Ridho tampil sebagai starter di usia 19 tahun 7 bulan 10 hari—menjadikannya bek tengah termuda yang pernah bermain untuk Timnas Indonesia di ajang kualifikasi Piala Dunia. Sebuah rekor yang lahir bukan dari keberuntungan, melainkan dari kepercayaan pelatih atas kematangannya membaca permainan meski usianya masih sangat belia.

Gol pertamanya untuk Timnas Indonesia menyusul kemudian, dicetak dalam laga persahabatan melawan Burundi pada 25 Maret 2023.

Koleksi Medali yang Terus Bertambah

Perjalanan Rizky Ridho bersama Timnas Indonesia juga dihiasi sejumlah pencapaian tim. Bersama Indonesia U-23, ia turut menyumbang medali perunggu di SEA Games 2021. Di level senior, ia menjadi bagian skuad yang melangkah hingga posisi runner-up Piala AFF 2020—turnamen yang penuh drama dan menjadi salah satu pencapaian terbaik Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Bukti Bahwa Jalan Panjang Bisa Ditempuh dari Rumah Sendiri

Di tengah gelombang besar pemain diaspora dan naturalisasi yang mengisi skuad Garuda belakangan ini, kisah Rizky Ridho menjadi pengingat penting: bahwa pemain-pemain didikan akademi lokal masih bisa bersaing dan bahkan menjadi tulang punggung tim nasional. Dari bocah akademi Persebaya yang bermimpi sederhana untuk naik ke tim senior, kini ia menjelma menjadi salah satu bek tengah paling dipercaya dalam sejarah modern sepak bola Indonesia—bukti bahwa jalan menuju panggung internasional tak selalu harus ditempuh dari negeri seberang.


Ditulis berdasarkan data dari Wikipedia Bahasa Indonesia dan sumber-sumber pemberitaan terkait.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url