Pasar Tarandam di Padang
Pasar Tarandam. Foto: topsatu.com
Pasar Tarandam Padang ini memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan Stasiun Tarandam. Dahulu, Pasar Tarandam merupakan sebuah halte kereta api dengan nama yang sama. Halte ini kemungkinan didirikan bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Padang-Pulau Aie pada masa kolonial Belanda. Dan nama "Tarandam" sendiri diduga berasal dari nama Sungai Tarandam yang mengalir di dekat halte tersebut.
Seiring waktu, halte kereta api Tarandam semakin ramai dikunjungi oleh para pedagang dan pembeli. Hal ini mendorong pembangunan bangunan pasar di sekitar halte pada awal abad ke-20. Dan Pasar Tarandam pun berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan di Kota Padang. Pasar Tarandam mencapai masa keemasannya pada dekade 1970-an dan 1980-an. Pasar ini terkenal sebagai pusat penjualan hasil bumi dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Namun, penutupan jalur kereta api Padang-Pulau Aie pada tahun 1980-an membawa dampak besar bagi Pasar Tarandam. Jumlah pengunjung pasar berkurang drastis, dan banyak pedagang yang memindahkan usahanya ke tempat lain.
Saat ini, Pasar Tarandam masih beroperasi, namun kejayaannya tidak seperti dulu lagi. Pasar ini lebih banyak dikunjungi oleh penduduk lokal untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Dan upaya revitalisasi telah dilakukan untuk menghidupkan kembali Pasar Tarandam, seperti pembangunan halte kereta api baru dan penataan ulang area pasar.
Feni Efendi, penulis buku Pajacombo: Literatur tentang Tanah Payau