DI TERAS SEBUAH RUMAH SAKIT DI AMSTERDAM
Karya Feni Efendi
Sebuah sore yang bisu, ia bertemu Nyonya Maria di teras sebuah rumah sakit. Nyonya Maria semakin pendiam di musim ini. Mereka tidak sempat lagi bersampan di kanal-kanal dan memetik bunga tulip di musim semi.
Mereka menikmati secangkir cokelat panas di teras rumah sakit. Memoriam masih menempel di rambutnya; tentang tanah di Negeri Seberang Lautan yang mataharinya bersinar lembut di pagi hari, sungai-sungainya tidak pernah beku, sawah-sawah berjenjang, lautnya selalu berombak di sepanjang musim; memoriam pun menetes di mata Nyonya Maria dan tetesan itu membuat Soetan Sjahrir pernah bertandang ke sini.
Ia melihat Nyonya Maria semakin sendu. Kesenduan pada memoriam tentang kisah-kasih yang membuatnya tidak mau lagi mendatangi sebuah kampung yang jauh. Kampung yang membuatnya rindu pada bau lumpur sawah, baju kebaya, dan peci yang dipakai oleh seseorang sebelum menjadi perdana menteri.
Ia menatap Nyonya Maria dan ingin membaca peta di sana.
Payakumbuh, 2017
