Kolonel Cku Heri Setiawan, S.E., M.M

 

Kolonel Cku Heri Setiawan, S.E., M.M., merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang berasal dari jantung kebudayaan Minangkabau, tepatnya dari Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota. Lahir dan tumbuh di lingkungan yang kental dengan nilai-nilai religius dan semangat patriotisme daerah—mengingat Situjuah Batua merupakan saksi sejarah peristiwa Peristiwa Situjuah pada masa PDRI—membentuk karakter Heri Setiawan menjadi pribadi yang disiplin dan berintegritas tinggi. Jejak langkahnya dari desa menuju panggung nasional menjadi inspirasi bagi generasi muda di tanah kelahirannya. Adapun dua saudara kandungnya yang berkarir di militer yaitu Letkol Tomi Asri dan Letkol Romi Asri.

Heri Setiawan berkarier militer di korps Keuangan (Cku) telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam pengelolaan administrasi keuangan negara di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pendidikan formal di bidang ekonomi dengan gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Magister Manajemen (M.M.) menjadi fondasi kuat baginya dalam memahami seluk-beluk manajemen keuangan yang kompleks. Kombinasi antara ilmu manajemen modern dan disiplin militer yang ketat menjadikannya perwira yang kompeten dalam mengawal akuntabilitas negara. Kini, Kolonel Heri Setiawan memegang amanah strategis sebagai Kepala Bagian Perencanaan Program dan Anggaran (Kabag Renprogar) pada Biro Perencanaan dan Keuangan (Rorenku) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Jabatan ini merupakan posisi yang sangat vital karena menjadi dapur dalam penyusunan strategi alokasi anggaran pertahanan negara. Di tangannya, setiap rupiah anggaran diupayakan untuk mendukung kesiapan alutsista dan kesejahteraan prajurit secara efektif dan efisien.

Tugas di Rorenku Setjen Kemhan menuntut ketelitian tingkat tinggi dan pemahaman mendalam mengenai kebijakan strategis pertahanan nasional. Sebagai Kabag Renprogar, Kolonel Heri bertanggung jawab memastikan bahwa perencanaan program kerja kementerian sejalan dengan visi misi pemerintah dalam memperkuat kedaulatan negara. Ia harus mampu melakukan sinkronisasi antara kebutuhan mendesak di lapangan dengan ketersediaan pagu anggaran yang ditetapkan secara nasional. Di balik seragam militer dan tanggung jawab besarnya di Jakarta, Heri Setiawan tidak pernah melupakan akar budayanya sebagai anak nagari Lima Puluh Kota. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tetap menjaga silaturahmi dengan kampung halaman. Prinsip "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" ia terapkan dengan membawa nilai-nilai luhur Minangkabau—cerdas, adaptif, dan teguh pada prinsip—dalam setiap penugasan yang ia jalankan di lingkungan birokrasi pertahanan.

Keberhasilan Kolonel Heri Setiawan mencapai posisi saat ini merupakan bukti nyata bahwa kerja keras dan pendidikan adalah kunci dalam mobilitas sosial. Sebagai perwira menengah senior, ia menjadi representasi profesionalisme TNI dalam mengelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel. Integritasnya dalam menjalankan tugas sebagai Kabag Renprogar memberikan kontribusi nyata dalam upaya transformasi Kementerian Pertahanan menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Ia terus membuktikan bahwa pengabdian tulus, jika dibarengi dengan keahlian yang mumpuni, akan membawa dampak besar bagi penguatan pilar-pilar pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url