Dr. H. Zainul Yasni
Zainul Yasni—lengkapnya Dr. H. Zainul Yasni—adalah seorang ekonom syariah dan diplomat Indonesia. Ia lahir 25 Februari 1928 di Lima Puluh Kota dan meninggal dunia 13 Juni 1996 di RS Fatmawati Jakarta dan dimakamkan pada 14 Juni di TPU Tanah Kusir Jakarta. Istrinya bernama Hj. Mariana Yasni dan dikaruniai anak yaitu Yusmardi Yasni, Edimar Yasni, Enimar Yasni, S.E., Dr. Ir. Sudarnawati Yasni, M.Agr, Ir. Hasanuddin Yasni, Ir. Ina Sukacita Yasni, Dr. Rita Polana Yasni, Muhammad Gunawan Yasni, S.E., M.M. Adapun untuk putranya yang bernama Muhammad Gunawan Yasni juga mengikuti jejaknya dalam ekonomi syariah dan sekarang menjadi anggota Dewan Syariah Nasional di MUI Indonesia.
Zainul lahir dari keluarga sederhana petani. Ayahnya juga seorang mubalig yang menjadikan Zainul sebagai pribadi muslim yang kuat. Dan pada masa agresi militer kedua Belanda, Zainul ikut memanggul senjata dan pahanya pernah tertembus peluru Belanda dan pundak kirinya rmuk terhantam popor senjata penjajah. Dan setelah Belanda meninggalkan Indonesia, Zainul melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia di Jakarta. Dan untuk mempertahan hidup di kota besar itu, Zainul menyambi menjadi guru SMA dan menjadi sekretaris untuk beberapa pejabat negara. Dan setelah tamat kuliah, ia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan dan mendirikan Pesantren Darul Salam. Ia juga pernah mengajar di sebuah perguruan tinggi Ujungpandang (Makasar) dan dosen ilmu ekonomi di Istitut Pertanian Bogor (ITB). Sebagai seorang diplomat, Zainul pernah ditugaskan menjadi Ketua Tim Koordinasi Kegiatan Ekspor ke Timur Tengah – Departemen Perdagangan dan Koperasi (Depdagkop) dan lalu menjadi Duta Besar Luar Biasa Republik Indonesia untuk Kerajaan Yordania.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh