H. Mohammad Nalis
H. Mohammad Nalis merupakan sosok putra terbaik asal Luhak Limo Puluah yang menorehkan jejak sejarah penting dalam pemerintahan di Sumatera Barat. Sebagai seorang birokrat yang berdedikasi, ia membawa nilai-nilai luhur dari tanah kelahirannya untuk diabdikan bagi kemajuan daerah. Dedikasinya yang tinggi menjadikannya salah satu figur yang dihormati dalam kancah kepemimpinan lokal pada masanya.
Puncak karier pemerintahan Mohammad Nalis ditandai dengan amanah besar saat ia terpilih menjadi Bupati Kabupaten Tanah Datar untuk periode 1980 hingga 1985. Masa kepemimpinannya dikenal sebagai periode pembangunan yang terstruktur, di mana ia berupaya menyelaraskan adat istiadat "Luhak Nan Tuo" dengan modernisasi administrasi pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Selama menjabat sebagai Bupati, Mohammad Nalis dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat namun tetap tegas dalam pengambilan keputusan. Ia memahami betul karakteristik masyarakat Tanah Datar yang kental dengan budaya Minangkabau, sehingga program-program yang dijalankannya selalu mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal. Hal ini membuatnya dikenang sebagai pemimpin yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat.
Meskipun mengabdi di Tanah Datar, Mohammad Nalis tetap memiliki keterikatan yang kuat dengan kampung halamannya di Payakumbuh. Diketahui bahwa ia pernah tinggal di Tanjung Godang, Nagari Koto nan Ompek, Payakumbuh, sebuah daerah yang lokasinya cukup strategis karena berdekatan dengan kantor DPRD Kota Payakumbuh. Kehadirannya di lingkungan tersebut memberikan warna tersendiri bagi masyarakat sekitar yang mengenalnya sebagai sosok yang bersahaja. Salah satu anak beliau yang dikenal luas adalah Harisman.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh