Leksi Hedrifa, S.Kom., M.M
Leksi Hedrifa, S.Kom., M.M., lahir pada 22 November 1972 di Padang Tiakar, Nagari Air Tabit, Payakumbuh, adalah sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia literasi dan pelestarian pemikiran Proklamator Bung Hatta. Sebagai Kepala UPT Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Perpustakaan Nasional RI, ia tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menyebarkan semangat literasi dan memperkenalkan pemikiran Bung Hatta kepada masyarakat luas. Sebelum menjabat sebagai Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Leksi Hedrifa bertugas di Direktorat Deposit dan Pengembangan Bahan Perpustakaan kemudian juga di Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan. Pengalaman ini memberinya wawasan luas tentang pengelolaan perpustakaan dan pentingnya pelestarian koleksi. Kecintaannya pada Bung Hatta ia tuangkan dalam bentuk puisi dan tulisan literasi yang menggambarkan pemikiran dan perjuangan sang proklamator.
Leksi dari keluarga sederhana dari orang tua, Husnidar Kas (ayah) Hj. Asnimar (ibu). Ia menikah dengan Rino Rinaldhy dan dikaruniai 3 orang anak yaitu Saktya Caesarea Rensy, Bimatra Caesarea Rensy, Septiana Puti Adzani. Kontribusi Leksi Hedrifa dalam dunia literasi juga tercermin dari karya-karya tulisnya. Bersama Feni Efendi dan Srisaparmi, S.T., ia menulis buku Literasi: Kunci Kemajuan Bangsa (2024). Selain itu, bersama Feni Efendi dan Weriantoni, ia menulis buku Kota Bukittinggi: Pariwisata, Perdagangan, Pendidikan, dalam Sudut Pandang Sosial dan Ekonomi Pembangunan (2024). Karya-karya ini menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan literasi dan pemahaman tentang potensi daerah. Salah satu fokus utama Leksi Hedrifa adalah menginternalisasi pemikiran Bung Hatta kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Leksi menggelar acara internalisasi pemikiran Bung Hatta di Bali, sebuah langkah strategis untuk memperkenalkan pemikiran sang proklamator di luar Sumatera Barat. Selain itu, ia juga mendukung pementasan teater kepahlawanan Bung Hatta, sebuah bentuk apresiasi seni yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai perjuangan. Leksi juga sering diundnag ke acara nasional dan internasional sebagai pembaca puisi, di antaranya International Minangkabau Literacy Festival pada 8 - 12 Mei 2025 yang diadakan oleh Satu Pena Sumbar yang diikuti oleh 20 negara, termasuk dari Eropa. Selain itu juga diundang pada acara Bedah Buku Indonesia-Malaysia "Kembara Penyair Ikhtisas yang juga diadakan oleh Satu Pena Sumbar.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh