Drs. H. Herman Abdullah MM

 

Drs. H. Herman Abdullah MM lahir pada 18 Juli 1950, adalah sosok yang meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Kota Pekanbaru. Dengan latar belakang sebagai birokrat dan politikus, ia berhasil membawa perubahan signifikan selama dua periode kepemimpinannya sebagai Wali Kota Pekanbaru (2001-2011). Lahir dari keluarga yang memiliki akar kuat di Minangkabau, Herman Abdullah merupakan putra Buya Abdullah Hasan, ulama dari Pangkalan Koto Baru, Lima Puluh Kota. Secara garis ibu, Herman Abdullah ialah anggota suku Domo dari Kenegerian Air Tiris, Kampar. Herman menempuh pendidikan di Sumatera Barat dan meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Pendidikan lanjutannya di Universitas Padjadjaran Bandung memberikan landasan kuat bagi karir profesionalnya.

Perjalanan karir Herman Abdullah dimulai di pemerintahan Kota Pekanbaru, di mana ia menduduki berbagai posisi penting, termasuk Ketua Bappeda dan Sekretaris Daerah. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang seluk-beluk pemerintahan kota. Sebagai Wali Kota, Herman Abdullah fokus pada pembenahan tata kota dan kebersihan. Keberhasilannya dibuktikan dengan diraihnya Piala Adipura tujuh kali berturut-turut, sebuah pencapaian yang mencerminkan komitmennya terhadap lingkungan. Selain itu, ia juga berhasil menarik investasi luar, yang berdampak positif pada perkembangan ekonomi Pekanbaru.

Selama masa jabatannya, Herman Abdullah menerima berbagai penghargaan, termasuk Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI. Penghargaan ini adalah bukti pengakuan atas kontribusinya terhadap pembangunan kota. Herman Abdullah meninggal dunia pada 27 Februari 2022, meninggalkan warisan berupa kota Pekanbaru yang lebih tertata dan bersih. Jasa-jasanya dikenang oleh masyarakat, dan ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url