Handhika Pratama
Handhika Pratama merupakan salah satu sosok selebriti Indonesia yang memiliki akar budaya Minangkabau yang sangat kuat. Ia berasal dari Jorong Guguak, Nagari Guguak VIII Koto, Lima Puluh Kota. Identitas sebagai putra daerah ini tetap melekat dalam kepribadiannya meski ia telah lama berkarier di pusat industri hiburan tanah air, Jakarta. Lahir pada 20 Februari 1987, Handhika tumbuh dalam lingkungan keluarga yang disiplin dan terdidik. Ayahnya, Yulvi Herman, SE, adalah seorang pensiunan Bank Indonesia yang tentunya memberikan pemahaman mengenai nilai kerja keras dan profesionalisme. Sementara itu, sang ibu, almarhumah Kolonel (Purn) Hj. Yenni Azwita, adalah seorang perwira tinggi militer yang memberikan teladan tentang ketegasan dan pengabdian. Perpaduan latar belakang perbankan dan militer ini membentuk karakter Handhika yang tekun dalam mengejar karier.
Karier Handhika di dunia hiburan dimulai dari langkahnya sebagai seorang model. Wajahnya yang rupawan dan postur tubuh yang proporsional membuatnya mudah diterima di industri modelling dan periklanan. Namun, ia tidak puas hanya berhenti di situ; ia terus mengasah kemampuannya hingga merambah ke dunia seni peran. Keberaniannya untuk mencoba hal-hal baru inilah yang kemudian membuka pintu kesempatan yang lebih besar di televisi dan layar lebar.
Sebagai seorang aktor, nama Handhika Pratama melejit berkat perannya dalam berbagai judul sinetron populer. Ia dikenal sebagai aktor yang mampu membawakan karakter dengan sangat natural, baik dalam genre drama romantis maupun komedi. Dedikasinya di depan kamera membuatnya menjadi salah satu aktor yang konsisten menghiasi layar kaca Indonesia selama bertahun-tahun, membuktikan bahwa bakatnya bukan sekadar modal fisik semata. Tidak hanya berbakat dalam akting, Handhika juga mengeksplorasi kemampuannya di bidang tarik suara. Sebagai seorang penyanyi, ia sempat merilis karya musik yang menunjukkan sisi lain dari kreativitasnya. Meski fokus utamanya tetap di dunia peran, keberaniannya untuk bernyanyi menunjukkan bahwa ia adalah seorang seniman multitalenta yang tidak ragu untuk keluar dari zona nyaman demi mengekspresikan diri.
Keberhasilan Handhika di Jakarta tidak membuatnya melupakan asal-usulnya dari Guguak VIII Koto. Keberadaannya di industri hiburan seringkali menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia menjadi representasi pemuda daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional tanpa kehilangan identitas asalnya. Hal ini memberikan inspirasi bagi banyak anak muda di Sumatra Barat untuk berani bermimpi setinggi mungkin. Selain kesibukannya di dunia hiburan, Handhika kini juga merambah ke dunia bisnis dan mulai menata kehidupan rumah tangganya. Kedewasaannya dalam memilih jalur karier dan menjaga nama baik keluarga mencerminkan nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya. Pengaruh didikan sang ayah yang ahli keuangan dan sang ibu yang merupakan pensiunan kolonel terlihat dari cara Handhika mengelola citra publiknya yang jauh dari sensasi negatif.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh