RAHIMI SUTAN

 Salah satu pengusaha Payakumbuh yang cukup dikenal yaitu Rahimi Sutan. lahir 17 Juli 1927 di Payakumbuh dan meninggal dunia 7 November 2012 di Denpasar Bali. Rahimi Sutan dikenal sebagai pengusaha travel dan rumah makan sebagai dan pemilik perusahaan dengan bendera Natrabu (National Travel Bureau) sejak tahun 1958, dan mempunyai beberapa kantor cabang di beberapa kota di dunia, seperti di Jepang, San Fransisco, New York, dan lainnya. Sedangkan usaha rumah makan Minang Natrabu ada di beberapa kota di dalam negeri, seperti di Jakarta, Bali serta di Kuala Lumpur, Malaysia. Beliau berasal dari Nagari Taeh Baruah, Lima Puluh Kota, sedangkan istrinya bernama Yasni, anak dari Hj. Fatimah Djalil.

Rahimi Sutan lahir 17 Juli 1927 di Payakumbuh dan meninggal 7 November 2012 di Denpasar adalah sosok pengusaha visioner yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah pariwisata dan kuliner Indonesia. Lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, Rahimi Sutan berhasil membangun kerajaan bisnisnya, Natrabu Grup, yang mencakup biro perjalanan (National Travel Bureau) dan jaringan restoran Minang Natrabu. Perjalanan karier Rahimi Sutan dimulai dari profesinya sebagai polisi intel di Dinas Pengawasan Keselamatan Negara (DPKN). Namun, panggilan jiwa wirausaha membawanya untuk meninggalkan pekerjaan tersebut dan memulai bisnis biro perjalanan pada tahun 1958. Dengan keuletan dan visi yang kuat, Rahimi Sutan berhasil mengembangkan Natrabu menjadi salah satu biro perjalanan terkemuka di Indonesia, bahkan mele-barkan sayapnya hingga ke mancanegara, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Malaysia.

Selain biro perjalanan, Rahimi Sutan juga mendirikan restoran Minang Natrabu yang menyajikan hidangan khas Minangkabau. Restoran ini tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, seperti di Kuala Lumpur, Malaysia. Kelezatan hidangan Natrabu berhasil memikat lidah banyak orang, termasuk mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang menjalin hubungan dekat dengan Rahimi Sutan. Keberhasilan Rahimi Sutan tidak terlepas dari kemampuannya dalam membaca peluang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Pada masa jayanya, Natrabu Grup memiliki kantor cabang di berbagai kota besar di dunia. Namun, pada awal tahun 2000-an, bisnis biro perjalanannya mengalami penurunan akibat situasi dalam negeri yang dianggap tidak kondusif. Meskipun demikian, restoran Minang Natrabu tetap eksis hingga saat ini, membuktikan kualitas dan cita rasa yang tak lekang oleh waktu.

Selain sukses dalam bisnis, Rahimi Sutan juga aktif dalam berbagai organisasi pariwisata, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA). Kontribusinya dalam memajukan industri pariwisata Indonesia diakui dengan penghargaan Lifetime Achievement dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2011. Rahimi Sutan wafat pada 7 November 2012 di Denpasar, Bali, pada usia 85 tahun. Namun, warisannya sebagai pelopor pariwisata dan kuliner Indonesia akan terus dikenang. Ia adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa dengan kerja keras, visi, dan semangat pantang menyerah, mimpi dapat diwujudkan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url