Roni Putra

 

Roni Putra, S.Sn., M.S.H., adalah sosok yang tak asing lagi di dunia seni budaya Sumatera Barat, khususnya dalam pengembangan festival berbasis masyarakat. Lulusan sarjana dan pascasarjana dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang ini, telah mengabdikan dirinya untuk menghubungkan dunia seni budaya dengan nilai-nilai humanitas, serta menginisiasi berbagai festival yang berakar pada partisipasi aktif masyarakat. Pendidikan Keron di ISI Padangpanjang, baik di tingkat sarjana jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan maupun magister Studi Humanitas, telah membentuk landasan kuat bagi pemahaman dan kecintaannya terhadap seni budaya. Pengalaman panjangnya dalam mengembangkan festival berbasis warga di berbagai nagari di Sumatera Barat, seperti Lima Puluh Kota, Agam, dan Tanah Datar, menunjukkan komitmennya dalam member-dayakan masyarakat melalui kegiatan kebudayaan.

Salah satu inisiatifnya yang paling menonjol adalah pendirian Legusa Festival di Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Lima Puluh Kota. Festival ini menjadi ruang ekspresi kreativitas bagi anak nagari, tempat mereka dapat menunjukkan potensi dan bakat mereka dalam berbagai bidang seni. Sebagai kurator Legusa Festival sejak 2019, Keron terus berupaya mengembangkan festival ini menjadi perayaan kreativitas yang berkelanjutan. Selain aktif di Legusa Festival, Keron juga memiliki pengalaman sebagai redaktur portal budaya Repertoar.id (dahulu teraseni.id), yang menjadi wadah bagi penulisan esai dan feature budaya. Keahliannya dalam mengelola konten dan program budaya juga terlihat dari keterlibatannya sebagai pendamping budaya desa dalam program Kemendikbud - Pemajuan Kebudayaan Desa pada tahun 2021-2023. Pada tahun yang sama, ia juga berperan sebagai asisten kurator dalam Galanggang Arang yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.

Saat ini, pada tahun 2024-2025, Keron terlibat dalam penelitian 3 ritus matrilineal Minangkabau (Baombai, Bailau, Ratok Bawak) sebagai bagian dari Tim Program Begawai Nusantara - Jaringan Festival Berbasis Warga Nusantara. Penelitian ini menunjukkan ketertarikannya yang mendalam terhadap tradisi dan kearifan lokal Minangkabau. Keahlian Keron dalam mengorganisir masyarakat melalui kegiatan kebudayaan, menulis esai dan feature budaya, serta mengelola konten atau program budaya, telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan seni budaya di Sumatera Barat. Ia memiliki kemampuan untuk merangkul dan menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kebudayaan, sehingga menciptakan ruang ekspresi yang inklusif dan berkelanjutan.

Roni Putra percaya bahwa seni budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter dan identitas masyarakat. Melalui festival berbasis warga, ia berupaya untuk menghidupkan kembali tradisi dan kearifan lokal, serta mendorong kreativitas masyarakat dalam menghasilkan karya-karya seni yang inovatif. Keron memiliki visi untuk menjadikan festival berbasis warga sebagai model pengembangan seni budaya yang berkelanjutan dan berdaya guna bagi masyarakat. Ia berharap bahwa festival-festival yang diinisia-sinya dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan diri, mengembangkan potensi, dan memperkuat identitas budaya mereka. Dengan pengalaman dan dedikasinya, Keron terus menjadi inspirasi bagi para pegiat seni budaya di Sumatera Barat. Ia adalah sosok yang gigih dan bersemangat dalam memperjuangkan seni budaya sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url