Rosmah Mansor
Rosmah Mansor adalah mantan ibu negara Malaysia yaitu istri kedua dari Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak. Rosma lahir dari keturunan perantau Minang yang berasal dari Sarilamak, Lima Puluh Kota. Nama lengkapnya Datin Sri Rosmah Mansor. Dari Kerajaan Pagaruyung ia memperoleh gelar "Darjah Kebesaran Kerabat yang Dipertuan Gadih Minang". Beliau lahir 10 Desember 1951 di Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia. Datin Sri Rosmah Mansor lahir pada 10 Desember 1951, adalah tokoh yang tidak asing lagi dalam lanskap politik dan sosial Malaysia. Sebagai istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak, perannya sebagai Ibu Negara telah menempatkannya di pusat perhatian publik, baik di dalam maupun luar negeri.
Rosmah Mansor memiliki akar Minangkabau dari Nagari Sarilamak, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Latar belakang pendidikannya mencakup pendidikan menengah di Kolej Tunku Kurshiah, Negeri Sembilan, di mana ia dikenal sebagai siswa berprestasi dan aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Malaya, Kuala Lumpur, dengan gelar dalam antropologi dan sosiologi, dan kemudian meraih gelar Sarjana Sains dalam sosiologi dan pertanian dari Louisiana State University, Amerika Serikat. Selama masa jabatan suaminya sebagai Perdana Menteri, Rosmah Mansor aktif dalam berbagai organisasi sosial. Ia memimpin organisasi seperti Badan Amal Kebajikan Isteri-isteri Menteri (BAKTI), Majlis AIDS Malaysia, dan Persatuan Talasemia. Keterlibatannya dalam kegiatan sosial ini mencerminkan komitmennya terhadap isu-isu kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Namun, sosok Rosmah Mansor tidak lepas dari kontroversi. Gaya hidupnya yang glamor dan mewah telah menjadi sorotan dan kritik dari berbagai pihak. Ia dituduh melakukan pemborosan dan penyalahgunaan kekuasaan, yang memicu kemarahan publik. Beberapa kontroversi yang menonjol meliputi: kampanye video negatif yaitu pada tahun 2009, ia menjadi sasaran kampanye negatif di internet dengan tuduhan-tuduhan yang meragukan. Selanjutnya kasus "bini puaka" yaitu insiden pencoretan kata-kata kasar di dinding Universitas Malaya sebelum kehadirannya memicu kontroversi dan penangkapan mahasiswa. Selanjutnya kontroversi pernyataan tentang gempa bumi dan tsunami Jepang tahun 2011 tentang komentarnya mengenai bencana tersebut menuai kritik karena dianggap tidak sensitif. Dan terakhir tentang kasus korupsi, di mana Rosmah Mansor juga terlibat dalam kasus korupsi yang cukup besar, dan telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan Malaysia.
Meskipun kontroversial, Rosmah Mansor juga menerima berbagai penghargaan dan pengakuan atas kontribusinya. Ia menerima Penghargaan Perdamaian dan Harmoni Internasional dari Dewan Bisnis untuk Pemahaman Internasional (BCIU) Amerika Serikat pada tahun 2010, dan gelar Doktor Kehormatan Persuratan dari Universitas Curtin, Australia, pada tahun 2012. Dan memang, Rosmah Mansor adalah figur kompleks yang telah memainkan peran penting dalam sejarah Malaysia. Perannya sebagai Ibu Negara diwarnai oleh kegiatan sosial yang signifikan, tetapi juga oleh kontroversi dan tantangan yang tidak sedikit. Warisannya akan terus menjadi bahan perdebatan dan refleksi bagi masyarakat Malaysia.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh