Dellorie Ahada
Dellorie Ahada, yang lahir dengan nama Delia Safitri, adalah seorang penyair perempuan yang lahir di Payakumbuh pada 25 Desember 1986. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana di kampung halamannya di Padang Kaduduak, Nagari Koto Nan Gadang. Ayahnya bernama Usman Tuanku Paduko Malin, dan ibunya adalah Erfianis (almh). Meskipun berasal dari keluarga sederhana, Dellorie memiliki semangat yang besar untuk berkarya, terutama dalam dunia puisi.
Perjalanan Dellorie di dunia sastra ditandai dengan karya-karya puisinya yang telah dimuat di berbagai media cetak dan daring. Ia juga aktif dalam berbagai antologi puisi bersama, seperti Epitaf Kota Hujan I, Epitaf Kota Hujan II, Anggrainim, Tugu dan Rindu, Tinta Langit, Diary Januari, Prasasti Kasih, 100 Doa Dalam Puisi, Mata Kasih, Gubuk Petani Diksi, Sajak Embara, Ketika Puisi Benar Benar Terbit, Puisi 2 September, dan Kemenyan. Buku puisi tunggalnya berjudul Perempuan Bianglala (2025). Keikutsertaannya dalam antologi-antologi ini menunjukkan bahwa karyanya diakui dan diapresiasi oleh komunitas sastra. Selain itu, Dellorie juga aktif dalam berbagai kegiatan sastra, termasuk mengikuti Temu Penyair Asia Tenggara I dan Temu Penyair Asia Tenggara II di Padang Panjang. Saat ini, ia tergabung dalam Komunitas Tanah Rawa dan Komunitas Intro Payakumbuh, yang menunjukkan komitmennya untuk terus berkarya dan berinteraksi dengan sesama seniman.
Dellorie adalah sosok perempuan yang kuat dan mandiri. Ia adalah seorang ibu dari seorang anak laki-laki bernama Micyko Ahada Dellorie Nakatama. Selain berkarya dalam dunia sastra, ia juga bekerja sebagai staf di Sekretariat DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota. Kemampuannya untuk menyeimbangkan antara karier dan kecintaannya pada dunia puisi menunjukkan bahwa ia adalah perempuan yang memiliki banyak talenta. Dalam setiap karyanya, Dellorie seringkali mengangkat tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan perempuan dan pengalaman hidupnya. Puisinya seringkali puitis dan mendalam, mencerminkan perasaannya yang tulus dan pandangannya yang tajam terhadap dunia di sekitarnya.