Dr. Drs. Amri Darwis, S.A., M.M

 

Amri Darwis—lengkapnya, Dr. Drs. Amri Darwis, S.A., M.M—adalah politikus dan dosen di Indonesia. Ia lahir pada 20 April 1947 di Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan meninggal dunia 15 Mei 2021 di Jakarta. Ibunya bernama Hj. Samsi Djamil atau lebih dienal dengan nama Hj. Samsi Darwis (bersuku Bodi) dan ayahnya bernama H. Darwis Dt. Tumangguang atau lebih dikenal Darwis Taram Dt. Tumangguang yang pernah menjadi bupati di Kabupaten Pasaman, bupati di Kabupaten Solok (pada masa agresi militer pertama dan agresi militer kedua Belanda), menjadi bupati di Kabupaten 50 Kota sesudah Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) hingga sebelum masa Pemerintah Revolusi Republik Indonesia (PRRI). Saudaranya bernama Hj. Husna Darwis, Hj. Ita Darwis, Hj. Ati Darwis, H. Djasdi Darwis. Ia menikah dengan Hj. Damayanti dan dikaruniai anak yaitu Hj. Yola Ganto Suri, Muhammad Febrian, Anggun Indallah .

   Amri Darwis menjalani pendidikan di masa kecil di SDN Alang Sungkai (1951—1957) dan selanjutnya ia bersekolah di SMPN Gadut, Batu Payung (1957—1960) serta SMAN 1 Payakumbuh (1960). Pendidikan sekolah tingginya ia tempuh di Fakultas Kedokteran Ibnu Chaldun (UIC) pada tahun 1967—1971. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan S1 FISIP Universitas Ibnu Chaldun dengan perolehan gelar Doktorandus. Amri Darwis melanjutkan pendidikannya S1 Administrasi Bisnis di Universitas Terbuka pada tahun 1984—1991. Dan pendidikan S2 Magister Manajemen ia jalani di Universitas Terbuka Jakarta dan meraih gelar Magister Manajemen pada tahun 2009. Pada tahun 2010, ia melanjutkan pendidikan S3 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Universitas Negeri Jakarta dan meraih gelar Doktor pada tahun 2014.

   Amri Darwis menjalani karir padamulanya sebagai pebisnis. Awalnya ia bekerja di Bata Shoe International Busines Development Officer (1981) dan lalu pindah ke di PT. Trakindo Utama (1982—1986) dan pada tahun 1986—1987 ia pindah menjadi Marketing Planning Manager di Centra Farma, Jakarta. Dan terakhir kalinya ia bekerja di PT Tunggal Sila Farma sejak tahun 1987—2000. Sejak berhenti bekerja swasta di tahun 2000 di Jakarta itu, Amri Darwis mencoba peruntungannya berkarir di jalur politik dengan mengikuti pemilihan kepala daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menjadi calon wakil bupati bersama Alis Marajo dan berhasil menang dalam sistim perwakilan di DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota untuk periode tahun 2000—2005. Setelah menyelesaikan masa tugasnya menjadi wakil bupati, Amri Darwis kembali ikut bertarung dalam pilkada sebagai calon bupati yang berpasangan dengan Irfendi Arbi dengan perolehan suara sah 30,59 %. Sedangkan pada pemilu 2019, Amri Darwis kembali naik panggung politik dengan menjadi calon legislatif DPR RI (dapil Sumbar 2) dari Partai PKB dengan nomor urut 4 namun belum berhasil memperoleh suara yang disyaratkan.

   Amri Darwis juga menjalani karirnya sebagai dosen dan pernah mengajar Marketing Manajemen dan Humam Resource Management di Universitas Islam As-Syafiiyah tahun 1999. Selain itu juga pernah mengajar di Jayabaya College (1999) dan juga di Sekolah Tinggi Manajemen Kosgoro (2011). Sedangkan untuk aktivitas sosial ia pernah menjadi Ketua Umum Yayasan Pendidikan Al Muqassim Jakarta (1994—1998) dan juga menjadi Ketua Ikatan Keluarga Eks Siswa SMA 1 Payakumbuh (1998—2000) serta Ketua Umum Gabungan Sepakbola Lima Puluh Kota (Gasliko) pada tahun 2000—2005. Dan Amri Darwis meninggalkan sebuah buku karya yang berjudul Metode Penelitian Pendidikan Islam: Pengembangan Ilmu Berpradigma Islami. (Pekanbaru, Penerbit Suska Press, 2008).

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url