Dr. H. Aulia Sani, SpJP (K), FJCC, FIHA
Dr. H. Aulia Sani, SpJP (K), FJCC, FIHA, lahir pada 9 Mei 1945 di Bagansiapiapi Riau, adalah sosok yang sangat dihormati dalam dunia kedokteran Indonesia, khususnya di bidang kardiologi. Perjalanan hidupnya mencerminkan dedikasi yang mendalam terhadap kesehatan jantung dan pengabdian tanpa henti kepada masyarakat. Dibesarkan di Payakumbuh, Sumatera Barat, Aulia Sani menanamkan akar yang kuat pada nilai-nilai lokal dan semangat untuk berkontribusi pada tanah airnya. Pendidikan kedokterannya dimulai di Universitas Andalas, Padang, di mana ia memperoleh gelar dokter. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan dan keinginan untuk memperdalam pengetahuannya membawanya ke Jakarta untuk mengambil spesialisasi kardiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Karier Aulia Sani mencapai puncaknya ketika ia menjabat sebagai Direktur Utama Pusat Jantung Harapan Kita (PJNHK), sebuah institusi yang menjadi rujukan nasional untuk penyakit jantung. Di bawah kepemimpinannya, PJNHK mengalami perkembangan signifikan dalam pelayanan dan penelitian. Selain itu, ia juga aktif sebagai pengajar di Universitas Indonesia, berbagi ilmu dan pengalamannya dengan generasi muda dokter. Kontribusi Aulia Sani tidak hanya terbatas pada posisinya di PJNHK dan universitas. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan terlibat dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang kesehatan jantung. Keahliannya diakui secara luas, dan ia sering diundang sebagai pembicara dalam konferensi dan seminar nasional maupun internasional.
Di balik kesuksesan profesionalnya, Aulia Sani adalah seorang pria yang sederhana dan bersahaja. Ia menikah dengan Firdanerri dan dikaruniai dua putri, Annelia Sari Sani dan Audianne Ferdiani Sani. Keluarga adalah pilar penting dalam hidupnya, dan ia selalu menekankan pentingnya keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi. Aulia Sani adalah contoh nyata seorang dokter yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi. Ia percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan jantung yang terbaik, tanpa memandang status sosial atau ekonomi. Dedikasinya, keahliannya, dan kerendahan hatinya telah menginspirasi banyak orang, dan warisannya akan terus hidup dalam dunia kedokteran Indonesia.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh