EVALINDA AMIR
Pendiri d'Besto
adalah seorang perantau Minang asal Ampang Gadang, Nagari VII Koto Talago, Lima
Puluh Kota. Namanya Drh. Evalinda Amir bersama suaminya bernama Drh. Setyajid.
Mereka memulai usaha dengan nama Kentuku Fried Chicken (KuFC) pada tahun 1994, lalu
berganti nama menjadi d'Besto di tahun 2011. Keduanya adalah lulusan Institusi
Pertanian Bogor (IPB). D'Besto memiliki sekitar 300 cabang di Indonesia.
Cabang-cabang ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jakarta, Banten, Jawa
Barat, Sumatra Barat, dan Riau.
Kisah sukses Drh. Hj. Evalinda Amir, pendiri d'Besto, adalah cerminan dari ketekunan, inovasi, dan semangat pantang menyerah. Lahir di Ampanggadang, Nagari VII Koto Talago, Lima Puluh Kota, Evalinda Amir bersama suaminya, Drh. Setyajid, memulai perjalanan bisnis mereka dari usaha ayam goreng kaki lima dengan nama Kentuku Fried Chicken (KUFC) pada tahun 1994. Kini, usaha tersebut telah bertransformasi menjadi d'Besto, sebuah jaringan miniresto ayam goreng yang memiliki ratusan mitra di seluruh Indonesia.
Evalinda Amir dan suaminya, keduanya lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), memulai usaha mereka dengan modal yang terbatas. Mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesulitan keuangan dan persaingan yang ketat. Namun, dengan tekad yang kuat, mereka terus berinovasi dan mengembangkan usaha mereka. Pada tahun 2011, KUFC bertransformasi menjadi d'Besto, yang berasal dari kata "The Best to" dalam logat Jawa. Perubahan nama ini menandai langkah mereka untuk naik kelas dengan mengusung konsep miniresto. d'Besto menawarkan pengalaman bersantap yang lebih nyaman dan modern, namun tetap dengan harga yang terjangkau.
Kesuksesan d'Besto tidak terlepas dari beberapa faktor kunci, di antaranya d'Besto sangat menjaga kualitas rasa ayam goreng mereka melalui proses uji rasa yang ketat. Selain itu, d'Besto terus berinovasi dalam produk dan layanan mereka, termasuk mengembangkan menu-menu baru dan memanfaatkan teknologi digital. d'Besto juga mengembangkan pola kemitraan yang kuat dengan para mitra mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk berkembang pesat. Dan yang utama, Evalinda Amir menerapkan nilai-nilai Islami dalam menjalankan bisnisnya, termasuk membantu lembaga pendidikan Islam dan membangun rumah tahfiz Quran.
Kisah sukses Evalinda Amir telah menginspirasi banyak orang, terutama para pengusaha muda. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan inovasi, siapa pun dapat meraih kesuksesan. d'Besto juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dengan menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan para mitra. Prestasi d'Besto diakui dengan berbagai penghargaan, termasuk Shopee Awards 2021 sebagai Top Growing F&B Merchant. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa d'Besto telah berhasil menjadi salah satu penggerak ekonomi digital di Indonesia.