Ir. H. Afmi Yarsi, MT, IAI

 

Ir. H. Afmi Yarsi, MT, IAI lahir di Payakumbuh pada 4 September 1974, telah menorehkan jejak signifikan dalam dunia arsitektur, khususnya di Sumatera Barat. Berakar dari Nagari Simpang Sugiran, Lima Puluh Kota, putra dari pasangan Armis Bin Dt Paduko Sari dan Yuliarti binti Burhan Perak ini memiliki visi arsitektur yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menikah dengan Desy Trisno, SE dan dikaruniai seorang putri bernama Nikeisha Aqilah Afmi, kehidupan pribadi yang harmonis agaknya turut menjadi landasan kokoh bagi kiprah profesionalnya yang cemerlang.

Perjalanan akademik Ir. Afmi Yarsi yang ditempuh di Universitas Bung Hatta, baik pada jenjang Sarjana (1997) maupun Magister Arsitektur (2020), menjadi fondasi kuat bagi pemahamannya tentang prinsip-prinsip desain, konstruksi, dan filosofi ruang. Pendidikan formal ini kemudian ia aktualisasikan dalam berbagai karya monumental yang kini menghiasi lanskap Sumatera Barat dan sekitarnya. Sebagai seorang arsitek, Afmi Yarsi tidak hanya sekadar membangun struktur fisik, namun juga merangkai narasi budaya, spiritualitas, dan fungsionalitas dalam setiap karyanya. Salah satu karya yang paling ikonik dan membanggakan adalah Masjid Terapung Samudera Illahi di Carocok Painan. Masjid ini bukan hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga penanda arsitektur modern yang berpadu harmonis dengan keindahan alam pesisir. Desainnya yang unik, seolah mengapung di atas air, mencerminkan inovasi dan kepekaan Afmi Yarsi terhadap konteks lingkungan. Karya ini membuktikan kemampuannya dalam menciptakan ruang sakral yang tidak hanya memfasilitasi ibadah, tetapi juga menjadi daya tarik wisata dan kebanggaan masyarakat Pesisir Selatan.

Selain itu, keterlibatannya dalam perancangan Masjid Agung Kota Payakumbuh juga menjadi bukti dedikasinya terhadap pembangunan infrastruktur keagamaan di tanah kelahirannya, meski proyek pembangunannya belum terealisasi. Masjid Agung yang megah ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga. Karya-karya lain seperti RSI Annisa Payakumbuh, Pengadilan Negeri Padang, Pengadilan Negeri Bangkinang, Pengadilan Tinggi Kepri, serta Kejaksaan Negeri Pariaman dan Kejaksaan Negeri Payakumbuh (yang sedang dalam tahap pembangunan) menunjukkan spektrum keahlian Afmi Yarsi dalam merancang berbagai jenis bangunan dengan fungsi dan kompleksitas yang berbeda. Setiap desainnya tentu mempertimbangkan aspek fungsionalitas, estetika, serta kebutuhan spesifik dari masing-masing institusi.

Di samping kiprahnya sebagai seorang arsitek praktisi, Ir. Afmi Yarsi juga aktif dalam organisasi profesi. Jabatan strategisnya sebagai Ketua DPP Inkindo (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) Sumatera Barat periode 2022-2026 menunjukkan kepercayaan dan pengakuan dari rekan sejawat atas kepemimpinan dan visinya dalam mengembangkan industri konsultansi di daerahnya. Selain itu, perannya sebagai Sekretaris MKP (Majelis Kehormatan Provinsi) IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Sumatera Barat menggarisbawahi komitmennya terhadap etika profesi dan kualitas praktik arsitektur di Sumatera Barat. Keterlibatan dalam organisasi ini tidak hanya memperluas jaringan profesionalnya, tetapi juga menjadi wadah untuk berkontribusi dalam pengembangan standar dan kualitas arsitektur di tingkat regional. Sebagai putra daerah yang kembali dan berkarya di tanah kelahirannya, Ir. H. Afmi Yarsi, MT.IAI telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan dan citra Sumatera Barat. Karya-karyanya tidak hanya memperkaya lanskap arsitektur daerah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan identitas lokal yang patut dibanggakan. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman profesional yang beragam, serta dedikasi terhadap organisasi profesi, Afmi Yarsi terus membuktikan dirinya sebagai salah satu arsitek terkemuka di Sumatera Barat. 

 

Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url