Gandeng Universitas Negeri Padang, Balai Bahasa Sumatera Barat Pacu Budaya Literasi Tulis
PADANG, — Penguatan budaya literasi tulis di kalangan generasi muda terus diakselerasi sebagai instrumen krusial untuk membangun daya kritis dan nalar kreatif. Dalam kaitan itu, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat bersama Ikatan Duta Bahasa Sumatera Barat menggelar Lokakarya Penulisan Esai bagi generasi muda di Aula Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Negeri Padang, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 145 peserta berusia 16 hingga 30 tahun ini dirancang sebagai ruang inkubasi ide terstruktur. Melalui forum ini, para pemuda tidak sekadar diajak memahami aspek teknis mekanis kebahasaan, tetapi juga ditantang untuk mampu memetakan persoalan sosial dan merumuskannya ke dalam sebuah gagasan tertulis yang solutif.
Sepanjang lokakarya, para peserta dibekali dengan materi kebahasaan, prinsip-prinsip dasar penulisan esai, metode penentuan topik yang kontekstual, hingga teknik penyusunan kerangka tulisan yang runtut. Guna menajamkan substansi karya, para peserta juga terlibat aktif dalam sesi diskusi mendalam serta pendampingan intensif bersama para mentor dari Duta Bahasa Sumatera Barat.
Praktisi psikologi Indriyani Santoso menekankan bahwa esai memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pemenuhan estetika teks. Menulis esai merupakan sebuah proses kognitif untuk menguji konsistensi berpikir seseorang.
"Menulis esai bukan sekadar aktivitas merangkai kata, melainkan sarana sistematis untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara terstruktur, serta memberikan kontribusi positif yang nyata melalui tulisan," ujar Indriyani sebagaimana yang dirilis di laman facebook Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat.
Pihak Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat berharap, lewat stimulasi yang konsisten ini, ruang-ruang publik ke depan akan semakin diwarnai oleh pemikiran-pemikiran segar dari generasi muda yang literat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi. Tradisi menulis ini diproyeksikan menjadi motor penggerak kesadaran literasi yang mampu menginspirasi perubahan di tengah masyarakat.
