Komitmen Balai Bahasa Sumbar Kawal Mutu Literasi dan Kreativitas Menulis Mahasiswa
PADANG, — Penguatan budaya literasi di kalangan generasi muda terus dipacu guna melahirkan pemikir kritis yang mampu merespons dinamika sosial secara rasional. Melalui program Krida Duta Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat menggelar Lokakarya Penulisan Esai bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Pembina Perguruan Nasional (STIA LPPN) Padang, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 145 mahasiswa ini didesain sebagai ruang artikulasi gagasan terstruktur. Melalui lokakarya ini, para peserta tidak sekadar diperkenalkan pada aspek teknis kepenulisan, tetapi juga ditantang memahami kaidah, anatomi, dan struktur penulisan esai yang argumentatif.
Hadir sebagai narasumber dalam lokakarya tersebut akademisi dan praktisi literasi, yakni Donna Ikranova Febrina, Lismelinda, serta Duta Bahasa Sumatera Barat Atika Mahdiyah Djalil. Selain membedah teori dan anatomi tulisan, para pemateri mendampingi langsung simulasi penyusunan draf agar menghasilkan narasi yang runtut, logis, dan berbasis data, sebagaimana yang dirilis oleh laman Facebook Balai Bahasa Sumatera Barat.
Tingginya antusiasme peserta tecermin dari produktivitas lokakarya yang berhasil menghimpun 145 karya esai sebagai luaran (output) langsung kegiatan. Sebagai bentuk stimulus dan apresiasi atas mutu gagasan, karya-karya terbaik dari mahasiswa tersebut nantinya dikirimkan ke Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra untuk dikurasi serta diberikan penghargaan lebih lanjut.
Pihak Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa urgensi kegiatan ini terletak pada pembentukan karakter generasi muda yang bertanggung jawab dalam berbahasa. Penguasaan bahasa Indonesia yang cermat dan tepat merupakan modal krusial dalam menyebarluaskan pengetahuan. Lewat tradisi menulis yang konsisten, gagasan-gagasan segar dari menara gading perguruan tinggi diharapkan dapat terdistribusi secara luas, sekaligus memantik perubahan positif di tengah masyarakat.
