Menjaga Denyut Sejarah, Masjid Tuo Ampang Gadang Dipugar
![]() |
| Foto: Facebook Halaman Resmi Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. |
LIMA PULUH KOTA, — Upaya penyelamatan dan pelestarian warisan masa lalu sebagai jangkar identitas budaya lokal terus diperkuat. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan selesainya pemugaran tahap pertama Cagar Budaya Masjid Tuo Ampang Gadang di Kenagarian VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2026).
Masjid yang didirikan sekitar tahun 1822 tersebut dinilai memiliki nilai historis, arsitektural, dan religius yang sangat tinggi bagi masyarakat Minangkabau. Proyek pemugaran arsitektur vernakular ini dikerjakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat di bawah naungan Kementerian Kebudayaan.
Fadli Zon menyampaikan, revitalisasi fisik bangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam merawat memori kolektif bangsa. Pemugaran tahap pertama ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi masjid tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga pusat edukasi budaya.
"Insya Allah, pada tahun ini juga akan kita laksanakan pemugaran bagian menaranya," kata Fadli Zon dalam rilis resmi yang diunggah di akun Facebook Halaman Resmi Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota.
Fadli menambahkan, menara masjid yang dibangun kemudian pada tahun 1901 memiliki daya tarik sosiologis dan estetika yang luar biasa pada zamannya, hingga mengundang masyarakat dari berbagai pelosok untuk datang menyaksikan. Secara arsitektural, bangunan menara tersebut merekam jejak kosmopolitanisme masa lalu melalui pertautan visual yang unik.
"Desain menara ini kalau kita lihat merupakan bentuk akulturasi yang intim antara kebudayaan lokal Minangkabau dan pengaruh arsitektur Asia Tengah," ujar Fadli.
Melalui pemugaran yang terukur dan sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya, Masjid Tuo Ampang Gadang diharapkan dapat terus berdiri kokoh sebagai dokumen hidup yang memperlihatkan tingginya peradaban Islam dan kearifan lokal di ranah Minang.
