Literasi Bangkit, Industri Buku Tumbuh: Alizar Tanjung Resmi Terpilih Pimpin IKAPI Sumbar
PADANG, — Ekosistem perbukuan di Ranah Minang bersiap menatap babak baru. Alizar Tanjung resmi didapuk sebagai Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Daerah Sumatra Barat untuk masa bakti 2026 - 2031 mendatang. Kepemimpinan nakhoda baru ini lahir melalui perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) IKAPI Provinsi Sumatra Barat yang berlangsung hangat dan lancar.
Mengusung tema ”Literasi Bangkit, Industri Buku Tumbuh”, perhelatan tersebut menjadi momentum konsolidasi berbagai elemen—mulai dari penerbit, penulis, hingga para pemangku kepentingan literasi—untuk bersama-sama keluar dari tantangan disrupsi digital dan pandemi.
Sosok Alizar sendiri dinilai sebagai representasi yang pas. Latar belakangnya yang merupakan seorang sastrawan, praktisi penerbitan dan percetakan, sekaligus pendiri penerbit Rumahkayu, memberinya bekal untuk memahami hulu hingga hilir persoalan industri buku lokal.
Ditemui usai Musda, Alizar menegaskan, masa kepengurusannya tidak akan semata-mata mengejar kelangsungan bisnis penerbitan. Lebih dari itu, IKAPI Sumbar mengemban tanggung jawab moral untuk merawat dan memajukan nalar literasi masyarakat.
”Literasi yang bangkit harus dibarengi dengan pertumbuhan industri buku yang sehat. Penerbit lokal dituntut lebih adaptif, kreatif, dan cerdas memanfaatkan teknologi agar karya-karya anak bangsa, khususnya dari Sumatra Barat, tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi juga mampu menjangkau pembaca yang lebih luas,” ujar Alizar.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Alizar telah merancang serangkaian agenda strategis yang akan menjadi fokus kerjanya dalam memajukan ekosistem perbukuan di Sumatra Barat:
Sinergi Menyeluruh Ekosistem Perbukuan
IKAPI Sumbar akan merangkum dan menyatukan seluruh rantai pasok industri perbukuan. Mulai dari percetakan, penerbit, toko buku, hingga institusi pendidikan dan masyarakat umum. Kolaborasi yang erat ini diharapkan mampu menciptakan jalur distribusi dan pemasaran buku yang lebih sehat dan efisien di daerah.
Penguatan Ekosistem Digital dan Katalog Bersama
Transformasi digital menjadi kunci. IKAPI Sumbar mendorong anggotanya merambah pasar buku digital (e-book) dan memaksimalkan sistem cetak sesuai permintaan (print on demand/POD). Selain itu, IKAPI akan menginisiasi pembuatan katalog bersama penerbit. Langkah ini diyakini dapat memudahkan akses bagi pembaca, sekolah, maupun perpustakaan untuk melihat dan membeli ragam karya dari seluruh penerbit anggota IKAPI Sumbar dalam satu pintu.
Sinergi Kurikulum dan Kearifan Lokal
Ruang bagi muatan lokal (mulok) terbuka sangat lebar. Penerbit lokal didorong untuk aktif memproduksi referensi dan literatur tentang kearifan lokal serta budaya Minangkabau yang sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah.
Pameran Buku Tahunan
Sebagai sarana mendekatkan buku kepada masyarakat dan merayakan literasi, IKAPI Sumbar berencana menginisiasi kembali pameran buku tahunan secara berkala. Ajang ini tidak hanya menjadi etalase pameran dan penjualan buku, tetapi juga ruang temu bagi penulis, pegiat literasi, dan pembaca.
Penguatan Kapasitas Internal dan Kerja Sama Lintas Sektoral
Untuk meningkatkan daya saing, IKAPI Sumbar akan rutin menggelar program peningkatan kapasitas (capacity building) berupa pelatihan bagi para anggotanya, meliputi teknik penyuntingan, tata letak, hingga strategi pemasaran.
Di sisi lain, roda industri buku tidak bisa berputar sendiri tanpa adanya perluasan pasar. Oleh karena itu, Alizar berkomitmen memperkuat kerja sama lintas sektoral, baik dengan pihak swasta maupun instansi pemerintah, guna memperluas cakupan apresiasi dan distribusi buku.
Terpilihnya Alizar Tanjung menyalakan asa baru. Para pelaku industri perbukuan di Sumatra Barat menaruh ekspektasi tinggi agar IKAPI Sumbar bertransformasi menjadi wadah yang solid dan adaptif, sehingga khazanah literatur dari Ranah Minang terus lestari dan mencerdaskan.
"Kita sangat berharap dengan adanya kepemimpinan IKAPI yang baru ini dapat memajukan semua anggotanya," harap Feni Efendi, pendiri Penerbit Pajacombo.
