Yonif 131/Braja Sakti Bersama Warga Tiakar Gelar Goro Bersama Revitalisasi Batang Sukali


PAYAKUMBUH — Jajaran TNI dari Batalion Infanteri (Yonif) 131/Braja Sakti bersama Pemerintah Kelurahan dan masyarakat Tiakar melaksanakan aksi gotong royong (goro) massal dalam rangka konservasi dan revitalisasi aliran sungai Batang Sukali, Kecamatan Payakumbuh Timur.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi optimal sungai, mencegah potensi luapan banjir, serta menjaga kelestarian ekosistem air di sepanjang aliran Batang Sukali. Kehadiran personel TNI dari Yonif 131/Braja Sakti menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi ratusan warga yang turun ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan kebersihan.

Acara penataan lingkungan ini dihadiri langsung oleh Lurah Tiakar, Bapak Benni, S.H., Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tiakar, Bapak Sepriyendi, jajaran perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta puluhan prajurit Yonif 131/Braja Sakti. Sinergi lintas sektoral ini mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan lingkungan berbasis kemitraan masyarakat dan TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Tiakar, Benni, S.H., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian jajaran TNI terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada komandan beserta seluruh prajurit Yonif 131/Braja Sakti yang telah sudi bahu-membahu bersama warga kami. Batang Sukali ini adalah urat nadi ekologis di Tiakar. Melalui revitalisasi dan konservasi ini, kita tidak hanya membersihkan sampah fisik, tetapi juga menyelamatkan masa depan lingkungan demi kenyamanan hidup anak cucu kita," ujar Benni, S.H., di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Benni, S.H. menegaskan bahwa upaya revitalisasi sungai ini bukanlah agenda seremonial belaka, melainkan komitmen jangka panjang yang perlu terus kita lestarikan secara konsisten demi menjaga keseimbangan alam lingkungan Tiakar.

Ia juga menambahkan, keberadaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) serta pengaktifan program kearifan lokal seperti 'Ikan Larangan' memegang peranan yang sangat vital. "Dengan adanya pengawasan intensif dari Pokmaswas serta keberadaan kawasan ikan larangan, masyarakat akan sangat terbantu dalam memitigasi risiko kerusakan ekosistem dan mendapatkan perlindungan serta keselamatan dari berbagai ancaman kelalaian manusia terhadap kelestarian sungai," imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua LPM Tiakar, Sepriyendi, ikut menegaskan bahwa gotong royong ini merupakan bagian dari program kerja berkesinambungan untuk menata kawasan pemukiman agar lebih bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana. Menurutnya, kesadaran masyarakat harus terus dipupuk agar kebersihan Batang Sukali yang telah dinormalisasi hari ini dapat terus dijaga secara bersama-sama.

Aksi goro bersama ini meliputi pembersihan sampah domestik, pengerukan sedimen lumpur yang memicu pendangkalan, serta pembersihan rumput liar dan ranting pohon yang menyumbat sempadan sungai. Personel Yonif 131/Braja Sakti bersama masyarakat tampak kompak menyisir titik-titik rawan sumbatan dengan metode kerja yang teratur agar cakupan wilayah revitalisasi menjadi lebih luas dan efektif.

Kegiatan konservasi Batang Sukali ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi gerakan peduli lingkungan yang lebih luas di Kota Payakumbuh, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat yang terwujud nyata dalam aksi kemasyarakatan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url