BATANG SUKALI MASA DEPAN TIAKAR: Panduan Taktis Konservasi Lingkungan, Pengembangan Ekowisata, dan Kolaborasi Multipihak

 


Judul Buku: BATANG SUKALI MASA DEPAN TIAKAR: Panduan Taktis Konservasi Lingkungan, Pengembangan Ekowisata, dan Kolaborasi Multipihak

Penulis: Sepriyendi, Benni, SH., Feni Efendi

Tata Letak: Feni Efendi

Desain Sampul: Feni Efendi

                 

                 

 

Diterbitkan oleh:

Penerbit PAJACOMBO TANAH PAYAU

Jl. Simpang Politani – Gurun. Tolang, Jorong Koto Tongah, Nagari Lubuak Batingkok, Kec. Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat 26271

HP/WA: 0823-8485-2758

Email: pajacombo@gmail.com

Website: www.pajacombo.com 

 

 

Cetakan Pertama, Juni 2026

viii + 104 hlm: 15,5 x 23 cm

Font CAMRIA, 1,15 Spasi, Size 11

 

SINOPSIS

Sungai merupakan urat nadi peradaban. Dalam bentang sejarah Minangkabau, eksistensi tanah jo aia bukan sekadar ruang geografis atau komoditas ekonomi, melainkan simbol marwah, ulayat, dan identitas kultural yang sakral. Bagi masyarakat Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, aliran Batang Sukali meru-pakan warisan luhur yang telah berabad-abad lamanya menghidupi hamparan persawahan, mengalirkan berkah bagi para petani, serta membentuk karakter sosial anak nagari yang guyub dan mandiri. Namun, tantangan modernitas urban, dinamika tata ruang kota, dan ancaman penurunan kualitas lingkungan menuntut kita semua untuk tidak lagi memandang sungai dengan cara-cara yang biasa.

Buku ini lahir dari sebuah kesadaran kolektif yang mendalam bahwa merawat Batang Sukali adalah investasi mutlak untuk menga-wal masa depan Tiakar. Buku ini disusun bukan sekadar sebagai sebuah dokumen teoretis atau tumpukan laporan administratif, me-lainkan sebuah panduan taktis yang dirancang secara komprehensif, runtut, dan berbasis data empiris di lapangan. Di dalamnya, penulis membedah strategi manajemen modern melalui pendekatan komponen Pentahelix—bagaimana menyatukan secara presisi otoritas Pemerintah, wibawa moral Lembaga Adat (KAN, Niniak Mamak, Bundo Kanduang), keluwesan operasional Lembaga Masyarakat (LPM), investasi sosial Sektor Swasta, ketajaman sains dari Akademisi, serta ledakan energi kreatif Komunitas Pemuda.

Penulis menyadari bahwa akselerasi pembangunan tidak akan pernah mencapai titik optimal jika berjalan secara parsial dalam sekat-sekat birokrasi yang kaku. Keberhasilan restorasi ling-kungan dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas (commu-nity-based ecotourism) di koridor Batang Sukali mensyaratkan adanya peleburan ego sektoral menuju konsensus bersama yang harmonis. Melalui buku ini, pembaca diajak untuk melihat bagaimana nilai luhur kearifan lokal seperti tradisi maanta pabukoan, semangat gotong royong, dan hukum adat lubuk larangan dapat disinergikan secara apik dengan sistem tata kelola modern yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url