Bachtiar Datuk Pado Panghulu
Bachtiar Datuk Pado Panghulu menjadi Bupati Pesisir Selatan pada periode 1956 – 1958. Beliau lahir di Payakumbuh 1907 dan meninggal dunia di Jakarta 18 November 1986. Beliau pernah Bupati Pesisir Selatan dan kemudian menjadi Wali kota Padang. Suku Bendang dari Nunang, Payakumbuh. Bachtiar Datuk Pado Panghulu, seorang tokoh penting dalam sejarah Minangkabau, lahir di Nunang Payakumbuh pada tahun 1907. Perjalanan hidupnya yang panjang, hingga wafat di Jakarta pada 18 November 1986, diwarnai dengan pengabdian yang tulus kepada masyarakat. Dari seorang penghulu Suku Bendang di Nagari Koto Nan Ompek, Payakumbuh, ia melangkah ke panggung politik dan pemerintahan, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan.
Karier politik Bachtiar Datuk Pado Panghulu dimulai pada masa kolonial Belanda. Pada tahun 1935, ia terpilih menjadi anggota Gementeraad di Bukittinggi, sebuah posisi yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadapnya. Lima tahun kemudian, ia dipercaya sebagai anggota Minangkabauraad, sebuah lembaga yang setara dengan DPRD provinsi pada masa itu. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang seluk-beluk pemerintahan dan aspirasi masyarakat Minangkabau.
Pada masa pendudukan Jepang, Bachtiar Datuk Pado Panghulu terus berkiprah dalam pemerintahan. Ia menjabat sebagai Asisten Demang Bayang Painan pada tahun 1942 dan Asisten Demang Tilatang Kamang pada tahun 1944. Pengalaman ini mengasah kemampuannya dalam memimpin dan mengelola wilayah. Setelah Indonesia merdeka, Bachtiar Datuk Pado Panghulu dipercaya untuk memimpin Pesisir Selatan Kerinci sebagai bupati pada tahun 1950–1957. Di bawah kepemimpinannya, wilayah ini mengalami kemajuan yang signifikan. Ia dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan responsif terhadap kebutuhan mereka.
Pada tahun 1956, Bachtiar Datuk Pado Panghulu diamanahkan untuk memimpin Kota Padang sebagai wali kota. Dalam masa jabatannya yang singkat, ia berhasil menorehkan prestasi dalam pembangunan kota. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan demi kemajuan Kota Padang. Bachtiar Datuk Pado Panghulu adalah sosok pemimpin yang patut diteladani. Ia memiliki integritas, dedikasi, dan komitmen yang tinggi terhadap kemajuan masyarakat. Jejak pengabdiannya di Tanah Minangkabau akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Feni Efendi, seorang penulis, peneliti, dan pengamat literasi yang berasal dari Payakumbuh