Dr. Eva Krisna, M.Hum
Dr. Eva Krisna, M.Hum., lahir pada 16 Juli 1967 di Subarang Aia, Nagari Balai Panjang, Lima Puluh Kota. Beliau adalah seorang tokoh yang memiliki dedikasi tinggi dalam bidang peneliti foklor dan sastra lisan Minangkabau. Kiprahnya sebagai peneliti, dosen, dan penyuluh bahasa telah memberikan kontribusi besar, terutama dalam pelestarian kekayaan budaya Minangkabau. Perjalanan pendidikan Dr. Eva Krisna dimulai di Fakultas Sastra Universitas Andalas, tempat beliau meraih gelar sarjana. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membawanya melanjutkan studi ke jenjang magister di Universitas Indonesia dan doktoral di Universitas Udayana. Pendidikan yang ditempuhnya memperkuat landasan keilmuannya, terutama dalam bidang sastra lisan.
Sebagai seorang peneliti, Dr. Eva Krisna telah menghasilkan berbagai karya ilmiah yang fokus pada sastra lisan Minangkabau. Penelitiannya tidak hanya mengungkap kekayaan tradisi lisan, tetapi juga berupaya melestarikannya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Beliau juga terlibat aktif dalam penulisan antologi buku cerita rakyat Sumatera Barat, sebuah upaya penting dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan warisan budaya tersebut. Selain sebagai peneliti, Dr. Eva Krisna juga dikenal sebagai seorang dosen yang berdedikasi. Beliau mengajar di Pascasarjana Universitas Bung Hatta, mentransfer ilmu dan pengalamannya kepada generasi penerus. Sebagai penyuluh bahasa Indonesia, beliau aktif mengedukasi masyarakat tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Jabatan sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat sejak 2022 adalah bukti nyata pengakuan atas kompetensi dan dedikasinya. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Kepala Kantor Bahasa Lampung (2020–2022). Di kedua jabatan tersebut, beliau menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam memajukan bahasa dan sastra di daerah yang dipimpinnya. Dr. Eva Krisna adalah sosok yang inspiratif. Dedikasinya dalam melestarikan sastra lisan dan mengembangkan bahasa Indonesia patut diacungi jempol. Beliau telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga kekayaan budaya bangsa dan meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat.